Breaking News:

Internasional

Israel Sebut Kesepakatan Nuklir Iran Masuk Ruang Unit Gawat Darurat, Tidak Ada Waktu Lagi Diperbarui

Israel menegaskan kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan kekuatan dunia sudah masuk ruang Unit Gawat Darurat (UGD).

Editor: M Nur Pakar
France24
Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Israel menegaskan kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan kekuatan dunia sudah masuk ruang Unit Gawat Darurat ( UGD).

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz, Kamis (15/9/2022) mengatakan tidak mungkin lagi diperbarui.

Sebelumnya, para pemimpin Uni Eropa menyuarakan keraguan tentang kesediaan Teheran untuk menghidupkan kembali pakta tersebut.

Israel, musuh bebuyutan Iran, mendukung penarikan AS dari perjanjian itu pada 2018 di bawah Presiden Donald Trump saat itu, yang menganggapnya terlalu terbatas.

Trump telah menganjurkan agar tidak masuk kembali ke dalam pakta, tetapi dicari kembali oleh Presiden AS Joe Biden.

Iran, yang ambisi nuklirnya dilihat oleh Israel sebagai ancaman eksistensial, menyangkal mencari bom atom.

Baca juga: Iran Desak IAEA Tidak Menyerah ke Israel, Siap Bekerjasama Tumpas Anak Emas AS Itu

Sejak serangan Trump, Iran telah melanggar kesepakatan 2015 dengan meningkatkan pengayaan uranium, sebuah proses yang dapat membuat bahan bakar bom.

"Kesepakatan nuklir Iran sepertinya ada di ruang UGD," kata Gantz pada konferensi kontra-terorisme di Universitas Reichman.

"Ada periode mungkin setelah pemilihan, kita akan melihat bagaimana kelanjutannya," katanya dalam referensi yang jelas untuk pemilihan paruh waktu AS November 2022.

Pernyataannya menggemakan pernyataan seorang pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya yang memperkirakan kesepakatan itu tidak akan ditandatangani sebelum pemilihan November 2022.

Israel bukan pihak dalam pembicaraan yang berbasis di Wina untuk mengembalikan kesepakatan 2015.

Namun ancamannya untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran jika diplomasi dianggap buntu membuat ibu kota Barat tetap waspada.

Baca juga: Warga Jalur Gaza Terjebak Bujukan Israel, Meraih Harapan dan Ditawari Pekerjaan

Prancis, Inggris dan Jerman masih mempertanyakan komitmen Iran untuk menghidupkan kembali kesepakatan dengan imbalan pencabutan sanksi.

Sebuah permintaan yang ditolak oleh Teheran dan disebut tidak tepat waktu.

Pada Agustus 2022, setelah 16 bulan negosiasi yang berliku-liku, Uni Eropa memberikan tawaran terakhir untuk mengatasi kebuntuan mengenai persyaratan untuk memulihkan perjanjian.

Awal bulan ini, Iran mengirimkan tanggapan terbarunya terhadap usulan teks UE.

Para diplomat Barat mengatakan ini langkah mundur.

Karena Iran berusaha menghubungkan kebangkitan kesepakatan dengan penutupan penyelidikan pengawas nuklir PBB terhadap aktivitas nuklir yang tidak dapat dijelaskan oleh Teheran.(*)

Baca juga: Serangan Udara Israel Rusak Tiga Titik Landasan Pacu Bandara Internasional Aleppo

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved