Breaking News:

Berita Pidie

Daftar Haji Sekarang, Warga Pidie Bisa Berangkat ke Tanah Suci 32 Tahun Kemudian

Jumlah daftar tunggu ini bisa terus bertambah, lantaran masyarakat yang ingin menunaikan rukun islam ke lima terus meningkat.

Penulis: Nur Nihayati | Editor: Nur Nihayati
FOTO PPIH KEMENAG ACEH
Ilustrasi - Jamaah calon haji kloter dua Aceh saat tiba di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (25/7/2019). Setelah itu, para jamaah melanjutkan perjalanan darat menuju Mekkah. Di Mekkah, para jamaah langsung menuju Masjidil Haram setelah menyimpang barang di hotel. 

Jumlah daftar tunggu ini bisa terus bertambah, lantaran masyarakat yang ingin menunaikan rukun islam ke lima terus meningkat.


Laporan Nur Nihayati | Pidie

SERAMBINEWS.COM - Menunaikan ibadah haji merupakan rukun islam ke lima.

Setiap muslim sangat merindukan bisa beribadah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Bagi warga Kabupaten Pidie yang ingin berangkat ke Tanah Suci sepertinya harus banyak bersabar.

Pasalnya, waitig list atau daftar tunggu haji saat ini terus memanjang. Jika daftar haji sekarang, maka baru akan berangkat pada tahun 2054 mendatang.

Jika mendaftar sekarang daftar tunggu atau masa menunggu sekira selama 32 tahun.

Jumlah daftar tunggu ini bisa terus bertambah, lantaran masyarakat yang ingin menunaikan rukun islam ke lima terus meningkat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementrian Agama Pidie, H Hasanuddin SAg, Jumat (16/9/2022) mengatakan, setiap hari warga yang mendaftarkan diri berangkat ibadah haji pasti ada.

"Untuk hari ini saja (Jumat 16 September 2022) hingga pukul 11.00 WIB sudah enam orang," ujarnya.

Terhitung per 16 September 2022 jumlah pendaftar mencapai di angka 206.562.

Sedang jamaah haji yang sudah diberangkat tahun lalu adalah nomor porsi 66.514, ini porsi sudah berangkat jamaah Pidie.

"Nah jika kondisi normal, kalau kuota normal 420 jamaah. Dengan sisa jamaah 2020 dan 2021.

Kuota waiting list 12.976 orang ini data per 5 Agustus 2022. Maka masa tunggu jika daftar sekarang diperkirakan selama 32 tahun," katanya.

Di sisi lain, ia perlu menjelaskan terkait usia jamaah haji lansia yang bisa berangkat.

"Untuk tahun lalu yang 65 tahun tidak berangkat. Itu hanya untuk tahun lalu, sedangkan untuk tahun ini belum ada ketentuan. Kita masih menunggu dari pemerintah," tutur Plt Kasi PHU HHasanuddin SAg.

Ia menambahkan kepastian kuota keberangkatan apakah kembali 100 persen atau seperti saat ini masih menunggu pemberitahuan dari Pemerintah Arab Saudi.

"Semoga saja kuota tidak lagi dibatasi termasuk pembatasan usia jamaah yang berangkat, karena banyak jamaah kita yang sudah usia lanjut. Kita berharap ada perubahan di tahun ini," pungkas Hasanuddin. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved