Breaking News:

Mihrab

Dayah, Pusat Pembentukan Karakter

Di Aceh, dayah merupakan lembaga pendidikan nonformal yang telah berlangsung lama ditengah masyarakat

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Tgk Suhaimi SAg MAg, Pengurus DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh. 

DI Aceh, dayah merupakan lembaga pendidikan nonformal yang telah berlangsung lama ditengah masyarakat.

Proses pembelajarannya secara tradisional sudah mampu membimbing umat untuk mendalami ilmu-ilmu agama dan mengamalkanya.

Dayah masih menggunakan kurikulum turast (kitab kuning klasik, Arab gundul) dan menggunakan pola tradisional dalam pembelajarannya.

“Pola pembelajaran secara tradisional ini dianggap ampuh untuk mengajarkan kitab-kitab klasik bermazhab Syafi’i sebagai pembelajaran utama di Dayah,” kata Tgk Suhaimi SAg MAg, pengurus DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh.

Menurutnya, tujuan pendidikan dayah adalah untuk membentuk watak, pembinaan sikap, karakter, akhlakul karimah, yang diharapkan menjadi tumpuan penyiapan generasi masa depan.

Dayah sudah terbukti sebagai benteng pertahanan aqidah umat dan mampu memperjuangkan dan mempertahankan bangsa dan negara.

Dayah sangat identik dengan pembelajaran kitab kuning.

Pembelajaran kitab kuning di dayah sebagai warisan Ulama yang selalu dipelajari dari dahulu hingga sekarang.

Baca juga: Sebanyak 50 Poskesda di Dayah Bireuen Masih Aktif

Baca juga: PB HUDA Rakor Bersama Pemkab Bireuen, Bahas Rencana Pembentukan Pos Kesehatan Dayah di Kota Santri

Kitab kuning ini selalu dipelajari secara terus menerus secara konsisten, masif dan simultan.

Hal ini dapat ditemukan pada proses pembelajaran di dayah yang mempelajari kitab kuning di siang hari maupun malam.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved