Breaking News:

Berita Pidie

Dewan Apresiasi Pemkab Lakukan Pematokan Tanah Wakaf Tgk Dianjong, Sorot Pembangunan Masjid Al Falah

selain fokus pembangunan masjid juga diburu tahun ini pembangunan tugu boh mulieng (anak melinjo)

Penulis: Nur Nihayati | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Wakil Ketua DPRK Pidie, Fadli A Hamid MM 

Menurutnya masjid yang dibangun di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) tersebut biayanya yang sudah mencapai Rp 142 M.

Dia menilai harga satu unit kubah ukuran besar yang mencapai Rp1 miliar, namun bentuk kubah setelah dipasang tidak seindah atau semewah harganya tersebut.

Dia mengungkapkan untuk pengadaan lima kubah Masjid Agung Al Falah tersebut, dana yang dianggarkan mencapai Rp 3,4 miliar dengan rincian Rp 1 miliar untuk pengadaan kubah ukuran besar dan empat kubah ukuran kecil senilai Rp 2,4 miliar.

“Bentuk kubahnya seolah sederhana. Kubah besar itu harganya sampai Rp1 miliar, dan empat kubah kecil harganya satu-satu harganya Rp 600 juta.

Wakil Ketua DPRK Pidie, Fadli A Hamid MM
Wakil Ketua DPRK Pidie, Fadli A Hamid MM (SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI)

Apakah sesuai dengan kondisi kubah seperti itu sampai menghabiskan dana mencapai Rp3,4 miliar.

Sementara bentuknya setelah dipasang sangat sederhana tidak sebanding dengan jumlah uang. Bahkan bentuk kubahnya lebih mewah dan bagus kubah masjid yang ada di setiap kecamatan yang harganya Rp100 juta/unit,” katanya.

Sementara, di tempat terpisah Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Pidie, Thantawi Yusuf ST MT, Jumat (16/9/2022) mengatakan ia mengapresiasikan jika ada sorotan ini.

Ia juga mempersilakan jika ada tim ingin menguadit. Hal ini sangat wajar.

Menurutnya, ukuran kubah yang dipasang di Masjid Agung Al-Falah sangat besar, dan tidak sebanding dengan ukuran kubah-kubah masjid di setiap kecamatan.

Masjid Agung Al-Falah dibangun di atas lahan seluas 2,8 jektare, dan luas Masjid sebesar 100×100 meter persegi.

Bangunan masjid Agung Al-Falah Kota Sigli yang baru ini setinggi tiga tingkat.

“Nah, kalau kita berdiri di bawah, melihat jubahnya di atas terlihat kecil. Karena bangunannya besar dan tinggi.

Makanya kubahnya terlihat kecil. Berbeda dengan masjid -masjid yang lain yang ada di kecamatan-kecamatan.

Bangunan masjidnya kecil dan kubahnya kecil tetapi terlihat besar,” katanya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved