Kesehatan

Setelah Menikah Ingin Cepat Punya Anak? Begini Tips Cepat Hamil dari dr Boyke, Bisa Langsung Dicoba

Kesububuran masing-masing pasangan dipercaya menjadi peluang besar untuk cepat mendapatkan momongan.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
Pixabay
Seksolog dr Boyke membagikan tips cara cepat hamil bagi pasangan yang sudah menikah. 

-- Disclaimer: Artikel ini ditulis untuk kepentingan edukasi seks yang ditujukan pada usia 18 tahun ke atas --

Setelah Menikah Ingin Cepat Punya Anak? Begini Tips Cepat Hamil dari dr Boyke, Bisa Langsung Dicoba

SERAMBINEWS.COM -  Mendapat momongan setelah menikah adalah dambaan bagi pasangan suami istri (pasutri) untuk menjadi pelengkap dalam keluarga.

Namun tak jarang, seringkali kita temukan, sebagian pasutri belum juga dikaruniai anak meski keduanya sudah lama menikah.

Nah, berikut ada beberapa cara tips cepat hamil setelah menikah yang dapat Anda dan pasangan coba lakukan.

Dilansir Serambinews.com dari kanal YouTube Malam Malam Net pada Jumat (16/9/2022), seksolog dr Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS atau akrab disapa dr Boyke, membagikan tips cepat hamil bagi pasangan yang sudah menikah.

Awalnya, dr Boyke mendapati pertanyaan dari salah seorang bintang tamu program Malam Malam Net, Patricia Gouw yang menanyakan soal tips cepat hamil setelah menikah.

"Setelah nikah pengen langsung mau punya anak, berhubungan seks yang bikin bayi baik dan benar gimana," demikian pertanyaannya.

Baca juga: Benarkah Sering Berhubungan Intim Bikin Miss V Kendur? Ternyata Mitos, Simak Penjelasan dr Boyke

Menjawab hal tersebut, dr Boyke menyarankan bahwa pentingnya seorang wanita memilih pasangan yang subur.

Kesuburan masing-masing pasangan dipercaya menjadi peluang besar untuk cepat mendapatkan momongan.

"Kalau kamu setelah nikah pengen punya anak, carilah pasangan yang subur," kata dr Boyke.

Laki-laki yang subur ditandai dengan pola hidup sehat dan kebiasaannya sehari-hari.

"Laki-laki yang subur itu, dia ga ngerokok, ga minum-minuman keras, kalau kamu sudah dapat cowok yang seperti itu, insyaallah," sambung dr Boyke.

Selanjutnya, ciri pria subur juga dapat ditandai dari tubuhnya yang memiliki berat badan ideal, artinya tidak terlalu kurus dan gemuk.

Baca juga: Bisa Dilihat dari Kebiasaan Sehari-hari, Inilah Ciri-ciri Pria dan Wanita Subur Menurut dr Boyke

Tak hanya pria, wanita subur juga menentukan peluang besar untuk cepat mendapatkan momongan.

Kesuburan seorang wanita dapat ditandai dengan pola menstruasinya yang teratur serta memiliki pola hidup sehat.

Selanjutnya, apabila pria dan wanita dalam kondisi subur, maka dinjurkan melakukan hubungan intim pada saat sang wanita memasuki masa subur.

Masa subur penting sekali diketahui oleh setiap wanita.

Sebab hal ini bisa membantu, jika suatu saat mereka memiliki niatan untuk memiliki momongan dengan pasangan.

Pasalnya tak sedikit dari mereka juga sulit mendapatkan momongan gara-gara tidak mengetahui masa suburnya ini.

Baca juga: Cara Merapatkan Miss V Usai Melahirkan, Wanita Dianjurkan Lakukan Hal Ini Kata dr Boyke

Peluang besar terjadi kehamilan apabila melakukan hubungan intim pada saat wanita memasuki masa subur.

Selama masa subur, sel telur yang baru diovulasi akan memiliki peluang terbaik untuk bertemu sperma yang hidup, sehat, hingga akhirnya dapat dibuahi.

Dianjurkan dr Boyke, melakukan hubungan intim agar cepat mendapat momongan sebaiknya dilakukan pada hari ke 11 sampai hari ke-17 setelah masa menstruasi sang istri.

"Ajak suami kamu untuk melakukan seks pada masa subur, hari ke 11 sampai hari ke 17, dihitung dari haid yang pertama," pungkasnya.

Berapa Kali Idealnya Pasutri Berhubungan Intim dalam Seminggu? dr Boyke : Normalnya Segini Ikut Usia

Berhubungan intim bagi pasangan suami istri (pasutri) merupakan hal yang wajar dan menjadi suatu kebutuhan setiap insan yang menjalin cinta.

Lantas, berapa kali sih idelanya pasutri berhubungan intim dalam seminggu? Simak penjelasan dr Boyke berikut.

Seks atau berhubungan intim bisa dibilang sebagai salah satu pondasi utama untuk menjaga rumah tangga tetap awet, intim, dan harmonis.

Keintiman dalam berhubungan juga dapat menjaga komunikasi antar pasangan hingga memberikan kesenangan dan kenikmatan fisik semata.

Lebih dari itu, berhubungan intim juga mendukung terciptanya hubungan yang lebih positif dan kuat bagi pasutri.

Namun, untuk mencapai semua itu, harus berapa kali idealnya pasutri berhubungan intim dalam seminggu?

Dilansir Serambinews.com dari kanal YouTube dr. Richard Lee, MARS pada Kamis (15/9/2022), seksolog dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS mengatakan, pasangan suami istri (pasutri) idealnya berhubungan intim sesuai dengan kesepakatan antara suami dan istri.

"Tergantung dari pada pasangan kita maunya berapa kali dan tergantung dengan kesepakatan kita berdua, itu yang terbaik yang terakhir yang saya dapat," kata dr Boyke.

Namun, kata dr Boyke, ada jumlah ideal untuk melakukan hubungan intim bagi pasutri.

Banyaknya jumlah melakukan hubungan intim dalam seminggu ini juga didukung oleh usia masing-masing pasangan suami istri.

Menurut dr Boyke, idealnya berhubungan intim selama seminggu bagi pasutri adalah tiga sampai empat kali dalam seminggu.

Artinya, hubungan intim dilakukan sekitar 2-3 kali dalam sehari.

"Kalau kita lihat secara merata, kalau usia 20-30 tahun itu seminggu 4 kali, itu secara umum 80 persen, berarti 2-3 hari sekali," kata dr Boyke.

Namun, kata Boyke, berhubungan dua sampai tiga kali seminggu juga masih dianggap wajar untuk mereka yang berusia 40 tahun ke atas.

"Kemudian 30-40 tahun, itu 2-3 kali seminggu," sambungnya.

Selanjutnya pada usia 45 tahun, berhubungan intim normalnya dilakukan 2 kali seminggu.

Pada usia 56 tahun, 1-2 kali seminggu dan usia 60 tahun ke atas, 1 kali seminggu.

"45 tahun, 2 kali, 56 tahun, 1-2 kali, 60 tahun ke atas 1 kali, itu secara umum," sambungnya.

Baca juga: Tips Hamil untuk Dapat Anak Laki-Laki, Suami Harus Banyak Makan Ini, Simak Penjelasan dr Boyke

Menurut dr Boyke, semakin bertambahnya usia pasutri, maka jumlah berhubungan intimnya semakin berkurang.

Hal itu terjadi karena faktor penuaan hingga terjadinya menopause pada wanita dan andropause pada pria.

"Kenapa bisa berkurang? Karena proses penuaan, yang wanita mengalami menopause yang pria mengalami andropause, jadi kemampuannya juga berkurang," imbuh dr Boyke. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved