Selasa, 5 Mei 2026

Video

VIDEO Membelah Sungai Singkil Demi Sulam Kasab Manik-manik Khas Kuala Baru

Humaira tak hanya melihat hasil kerajinan karya Asra dan anak didiknya. Ia nimbrung menyelesaikan setangkai bunga sulam kasab manik-manik.

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Yuhendra Saputra

Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Pagi itu awan hitam memayungi laju perahu kayu yang membelah sungai Singkil.

Di atas perahu kayu dr Humaira Marthunis, duduk bergandengan dengan sang suami Penjabat (Pj) Bupati Aceh Singkil, Marthunis.

Keduanya untuk pertama kali naik perahu kayu menelusuri sungai Singkil, selebar 300 meter yang dikenal sebagai tempat buaya bersarang.

Humaira ke Kuala Baru, bukan untuk melihat buaya. Tetapi menemui pengrajin sulam kasab manik-manik khas Kuala Baru, sekalian mendamping seabreg kegiatan sang suami di Kecamatan yang hanya bisa ditembus melalui jalur sungai dari daratan Singkil.

Kuala Baru, dikenal sebagai kecamatan penghasil kerajinan sulam kasab manik-manik dan kasab sulam benang emas.

Baca juga: Legenda Persija Jakarta Ismed Sofyan Isyaratkan Gabung dengan Persiraja

Pengrajin pertama yang ditemui bernama Asra di Desa Kuala Baru Laut. Wanita paruh baya itu, jadi penjaga warisan budaya leluhurnya.

Humaira tak hanya melihat hasil kerajinan karya Asra dan anak didiknya. Ia nimbrung menyelesaikan setangkai bunga sulam kasab manik-manik khas Kuala Baru.

Sambil duduk bersimpuh bersama Asra, Humaira mulai menjahit manik-manik ke kain berbahan sifon yang telah diberi pola.

Kerajinan sulam kasab manik-manik itu sedang dalam pengerjaan Asra, memenuhi pesanan. Setelah selesai dijual Rp 1,5 juta, harga yang sepadan dengan pengerjaan rumit dan bernilai seni tinggi.

Pengrajin lainnya yang ditemuai Lismawati di Desa Kuala Baru Sungai. Di rumah Lismawati, terlihat ibu-ibu sedang menyelesaikan kerajinan kasab manik-manik untuk perlengkapan pernikahan.

Baca juga: Penduduk Kota Belgorod, Rusia Bersiap Hadapi Serangan Balik yang Dilancarkan Militer Ukraina

Selain untuk perlengkapan acara adat pernikahan, pengrajin sulam Kuala Baru telah memodifikasi karyanya untuk memenuhi permintaan pasar.

Tak heran di rumah pengrajin, terdapat cindramata bermotif khas Kuala baru. Seperti selendang, taplak meja, sarung bantal, hiasan dinding dan aksesoris rumah tangga lainnya.

Dekranasda Aceh Singkil, melakukan pembinaan terhadap pengrajin sulam kasab manik-manik Kuala Baru. Hasilnya menjadi juara satu kategori desa binaan tingkat Provinsi Aceh.

Sulam kain kasab manik-manik, merupakan tradisi calon pengantin perempuan asal Kuala Baru. Dahulu calon pengantin perempuan harus, menyulam sendiri keperluan perlengkapan pernikahan seperti baju pengantin dan tempat tidur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved