Video
VIDEO - Lagi, Iran Peringatkan AS jika Nekat Memasuki Selat Hormuz, Ini Sanksinya
Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, mengecam keras rencana operasi Amerika Serikat
SERAMBINEWS.COM - Iran kembali melontarkan ancaman keras kepada Amerika Serikat terkait meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz.
Teheran menegaskan siap mengambil tindakan militer apabila pasukan Amerika Serikat memasuki jalur strategis tersebut tanpa koordinasi dengan Iran.
Peringatan itu disampaikan Mayor Jenderal Ali Abdollahi, Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, pada Senin (4/5).
Dalam keterangannya, Abdollahi menyebut kehadiran pasukan asing di sekitar Selat Hormuz berpotensi memicu ketegangan serius dan dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Iran.
Baca juga: Iran Ingatkan Sekutu AS jangan Coba-coba Masuki Selat Hormuz Bantu AS Kawal Kapal Dagang
Ia menegaskan bahwa keamanan di Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kendali angkatan bersenjata Republik Islam Iran.
Karena itu, menurutnya, setiap aktivitas pelayaran di jalur perairan strategis tersebut harus dikoordinasikan dengan militer Iran.
Abdollahi juga menekankan bahwa Iran akan menjaga serta mengelola keamanan Selat Hormuz dengan sikap tegas dan tanpa kompromi.
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan misi angkatan laut bertajuk “Proyek Kebebasan”.
Trump sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menjamin kebebasan navigasi kapal-kapal di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Ia mengatakan operasi tersebut mulai dijalankan pada Senin pagi waktu Timur Tengah dan ditujukan untuk mengawal kapal-kapal asing yang dianggap terjebak di wilayah rawan konflik.
Baca juga: Iran Buat Aturan Baru Lalu Lintas di Selat Hormuz, Kapal yang Membangkang akan Hadapi Risiko Bahaya
Langkah Washington itu langsung menuai reaksi keras dari pejabat Iran.
Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, mengecam keras rencana operasi Amerika Serikat tersebut.
Azizi bahkan memperingatkan bahwa setiap bentuk campur tangan militer AS di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata dan dapat memicu respons dari Iran.
Ketegangan terbaru ini semakin meningkatkan kekhawatiran dunia internasional terhadap stabilitas kawasan Teluk Persia, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia.
Sejumlah pengamat menilai, eskalasi antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan tersebut berpotensi berdampak besar terhadap keamanan regional maupun pasokan energi global jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi.(*)
| VIDEO - Heboh Gumpalan Awan Turun ke Areal Persawahan di Pidie |
|
|---|
| VIDEO - Saingi Kebijakan Iran, AS Luncurkan 'Proyek Kebebasan' di Selat Hormuz |
|
|---|
| VIDEO - Kemenkes Berduka, Investigasi Menyeluruh Kematian dr. Myta Terus Berjalan |
|
|---|
| BREAKING NEWS: VIDEO - Demo Pergub JKA Ricuh, Polisi Tangkapi Peserta Aksi |
|
|---|
| VIDEO - Miris! 11 Tahun Jadi Pengikut Kiai Cabul di Pati: Jual Tanah hingga Setor Uang ke Ashari |
|
|---|