Breaking News:

Berita Aceh Barat Daya

Kisah Anak dari Keluarga Kurang Mampu di Abdya Raih Juara II KSM Tingkat Provinsi Aceh

anak miskin berhasil meraih juara II Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi Aceh di bidang studi Matematika.

Penulis: Taufik Zass | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Rumah pasangan suami istri Ismail HS (40) dan Satina S (38), orang tua dari Rosmalia Jahyani putri siswa Madrasah Aliah Swasta (MAS) Kecamatan Kecamatan Kuala Batee di Gampong Muka Blang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya 

Laporan Taufik Zass | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Rosmalia Jahyani putri pertama dari tiga bersaudara anak pasangan suami istri Ismail HS (40) dan Satina S (38), berhasil meraih juara II Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi Aceh di bidang studi Matematika.

Kendati tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berkonstruksi kayu, tak membuat siswa Madrasah Aliah Swasta (MAS) Kecamatan Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ini patah semangat.

Terlahir di Gampong Muka Blang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya, siswi kelas II MAS Kuala Batee ini mampu membuat kedua orang tua bangga dan mengharumkan nama sekolahnya.

Rosmalia Jahyani putri pertama dari tiga bersaudara anak pasangan suami istri Ismail HS (40) dan Satina S (38), berhasil meraih juara II Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi Aceh di bidang studi Matematika
Rosmalia Jahyani putri pertama dari tiga bersaudara anak pasangan suami istri Ismail HS (40) dan Satina S (38), berhasil meraih juara II Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi Aceh di bidang studi Matematika (FOR SERAMBINEWS.COM)

Bukan hal yang mudah bagi seorang peserta untuk meraih prestasi, apa lagi tingkat provinsi. Dengan segala keterbatasan disegi ekonomi, didorong ketekunan dan doa orang tuanya, ia mampu meraih juara II di KSM tingkat Provinsi Aceh dua minggu yang lalu (10/9/2022).

Satina S, ibu dari Rosmalia Jahyani saat di temui wartawan di kediamannya, Senin (19/9/2022) mengatakan, sebagai orang tua dirinya mengaku bangga dengan apa yang di raih putrinya itu.

Baca juga: BREAKING NEWS - Lima Ruko dan Dua Mobil Terbakar di Peusangan Bireuen

"Sebagai orang tua saya bangga dengan prestasi yang dia raih anak saya, walapun saya belum mampu memberikan yang terbaik untuk anak-anak saya seperti orang tua yang lain," ucap Satina.

Meski begitu, Satina mengaku, ia dan suaminya tetap berusaha untuk masa depan anak-anaknya kedepan.

Dia menceritakan, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka, ia bekerja sebagai Cleaning Service (CS) di kantor keuchik setempat dengan upah Rp 500 ribu per bulannya. 

Karena belum memiliki rumah pribadi, mereka terpaksa tinggal di rumah saudaranya yang berkonstruksi kayu dengan atap daun rumbia.

“Untuk membantu suami mencari nafkah demi kebutuhan keluarga saya juga bekerja sebagi pembersih di kantor keuchik, pekerjaan suami saya serabutan, kadang diajak warga untuk memotong sawit, kadang ke sawah,” jelasnya.

Ia mengaku sudah 13 Tahun tinggal di rumah tersebut, yakni sejak Tahun 2008 yang lalu hingga sekarang.

Baca juga: BREAKING NEWS - Kejari Banda Aceh Tahan M Zaini Terkait Kasus Dugaan Korupsi Tsunami Cup

"Saat ini kami belum bisa membangun rumah sendiri kalau tanah Alhamdulillah sudah ada.

Tapi kemarin banyak orang yang meminta foto copy KK dan KTP, katanya untuk membatuk mendapatkan rumah bantuan,” tuturnya.

Dia mengaku, setelah diminta data hingga sekarang belum ada tanda-tanda mendapatkan rumah bantuan dan sentuhan dari pemerintah

"Mungkin belum rezeki kami," ucapnya sambil menunduk ke bawah.

Pantauan wartawan di lokasi, RTLH milik keluarga Satina dan Ismail yang berukuran lebih kurang 7x4 meter berbentuk panggung berkontruksi kayu yang sudah tua dengan atap daun rumbia itu di tepati bersama tiga orang anaknya.(*)

Baca juga: Kisah Asmara Pria Arab, Mengaku Sudah Menikahi 53 Wanita Berbeda, Ada yang Bertahan Semalam Saja

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved