Breaking News:

Berita Aceh Barat

Kecelakaan Nelayan di Laut Kerap Terjadi, 500 Orang Nelayan Aceh Barat tak Miliki Asuransi

Tahun 2022, nelayan Aceh Barat kerap mengalami musibah di laut akibat tenggelam dan kematian saat sedang bekerja mencari ikan di laut

Penulis: Sa'dul Bahri | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Amiruddin, Panglima Laot Aceh Barat 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Ratusan nelayan Aceh Barat saat ini belum kantongi asuransi jiwa dan kecelakaan kerja, sehingga setiap kali mengalami musibah mereka harus mengeluarkan biaya pribadi untuk berobat dan kerusakan kapal.

Tahun 2022, nelayan Aceh Barat kerap mengalami musibah di laut akibat tenggelam dan kematian saat sedang bekerja mencari ikan di laut.

Namun semuanya tidak memiliki asuransi, atau tidak memiliki BPJS Ketenagakerjaan.

“Ada sekitar 500 orang nelayan kita di Aceh Barat hingga saat ini belum memiliki asuransi kecelakaan, kami sangat prihatin dengan kondisi ini, meski kita ada upaya ke arah itu dengan melakukan kerjasama dengan PT Mifa, akan tetapi belum ada hasilnya,” kata Panglima Laot Aceh Barat, Amiruddin kepada Serambinews.com, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Warga di Perbatasan Rusia Bersiap Hadapi Militer Ukraina, Nelayan dan Pemburu Kini Jadi Tentara

Disebutkan, bahwa pada Minggu (18/9/2022) dua orang nelayannya mengalami musibah akibat tenggelamnya boat 2GT saat keluar dari muara di kawasan Suak Seumaseh, Kecamatan Arongan Lambalek.

Dalam musibah tersebut dua nelayan mengalami luka-luka di sekujur tubuh, dan hanyut sekitar 5 mil dari bibir pantai.

Dua nelayan yang mengalami musibah tersebut masing-masing Agus Midi  (42) sebagai Pawang Laot, dan Samsul Bahri (45) sebagai salah satu ABK dimana keduanya merupakan warga Desa Suak Seumaseh.

Baca juga: Harga Emas Naik, Segini Harga Emas Per Mayam dan Per Gram di Lhokseumawe Selasa (20/9/2022)

Ia menambahkan, keduanya mengalami luka berat, sehingga butuh perawatan intensif, untuk kesembuhan keduanya, akibat musibah tenggelamnya boat yang mereka gunakan saat melaut.

Sementara itu salah satu tokoh nelayan, Amir Elit menyebutkan, nelayan yang mengalami musibah tersebut ditemukan sekitar 6 jam setelah mengalami musibah tersebut.

Ia menambahkan, nelayan tersebut ditemukan oleh nelayan lainnya sekitar 5 mil dari lokasi tersebut.

Para nelayan hanya bisa bertahan di bot yang tenggelam tersebut dalam kondisi sudah melemah, sehingga keduanya dievakuasi ke darat, dan keduanya dalam kondisi selamat.(*)

Baca juga: TRAGIS Ibu dan 2 Anak Meninggal, Ini Benda Disamping Mayat, Suami Ungkap Pesan Terakhir Istrinya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved