video
VIDEO Uang Lukas Enembe Rp 560 Miliar Masuk ke Kasino, Kuasa Hukum Sebut soal Pembunuhan Karakter
Ketua PPATK Ivan Yustiavadana dalam keterangannya menyebut bahwa ada aliran dana Gubernur Papua Lukas Enembe yang masuk ke kasino.
SERAMBINEWS.COM - Ketua PPATK Ivan Yustiavadana dalam keterangannya menyebut bahwa ada aliran dana Gubernur Papua Lukas Enembe yang masuk ke kasino.
Nilainya pun fantastis yakni mencapai Rp 55 juta dolar atau senilai Rp 560 miliar.
Ivan mengatakan bahwa kasus pengusutan aliran dana mencurigakan dari rekening Lukas Enembe sudah ditelusuri PPATK sejak tahun 2017.
Selama lima tahun analisis, PPATK menemukan 12 transaksi mencurigakan yang terkait Lukas Enembe.
Informasi transaksi keuangan mencurigakan itupun sudah dilaporkan PPATK ke KPK.
Angka transaksi keuangan mencurigakan itu nilainya bervariasi mulai dari miliaran rupiah hinga ratusan miliar.
Contohnya terkait transaksi setoran tunai dari Lukas Enembe ke sebuah kasino di luar negeri.
Nilainya pun fantastis mencapai Rp 560 miliar.
Bahkan, Ivan menjelaskan bahwa, dalam periode pendek, setoran tunai bisa mencapai 5 juta dollar AS.
Aliran dana itu ditemukan pada dua negara berbeda yang peruntukan transaksi terkait perjudian.
Atas hal tersebut, PPATK memblokir uang Lukas Enembe yang berada di 11 penyedia jasa keuangan berbeda.
Mayoritas rekening yang disita kata Ivan ialah atas nama anak Lukas Enembe.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membongkar sejumlah temuan soal kasus dugaan korupsi yang menyeret Gubernur Papua Lukas Enembe.
Salah satunya, Mahfud mengungkap, Lukas diduga memiliki manajer pencucian uang.
Mahfud tak merinci ihwal manajer pencucian uang tersebut.
Dia hanya mengatakan, kasus yang menjerat Lukas Enembe bukan hanya soal dugaan gratifikasi Rp 1 miliar.
Ada beberapa kasus lainnya yang kini masih terus didalami, misalnya terkait dana operasional pimpinan hingga dana pengelolaan Pekan Olahraga Nasional (PON).