Breaking News:

Internasional

Presiden Ukraina Nilai Rusia Tidak Ingin Akhiri Perang, Sebaliknya Membuat Konflik Berkepanjangan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia tidak ingin segera mengakhiri perang di negaranya.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia tidak ingin segera mengakhiri perang di negaranya.

Dia menyatakan mobilisasi pasukan cadangan menunjukkan Moskow ingin memperpanjang konflik di negaranya.

Dikatakan, Rusia tidak serius dalam merundingkan mengakhiri perangnya yang hampir tujuh bulan.

Berbicara melalui video kepada pemimpin dunia Majelis Umum PBB, beberapa jam setelah pengumuman Presiden Rusia Vladimir Putin, Zelenskyy bersikeras negaranya akan menang.

Dia mengatakan akan memukul mundur pasukan Rusia dan memaksa keluar dari negaranya, seperti dilansir AFP, Kamis (22/9/2022).

“Kami dapat mengembalikan bendera Ukraina ke seluruh wilayah dan kami bisa melakukannya dengan kekuatan senjata,” katanya,

"Tapi kami butuh waktu," tambahnya.

Baca juga: Presiden Ukraina Tolak Referendum Empat Wilayah Untuk Bergabung Dengan Rusia

Dekrit Putin pada Rabu (21/9/2022) tentang mobilisasi itu jarang dirinci.

Para pejabat mengatakan sebanyak 300.000 pasukan cadangan dapat dikirim,

Itu tampaknya merupakan upaya untuk merebut momentum setelah serangan balasan Ukraina bulan ini merebut kembali petak-petak wilayah yang telah dikuasai Rusia.

Tetapi panggilan semacam itu yang pertama di Rusia sejak Perang Dunia II juga membawa pulang pertempuran dengan cara baru bagi Rusia.

Dengan risiko mengipasi kecemasan domestik dan antipati terhadap perang.

Tak lama setelah pengumuman Putin, penerbangan ke luar negeri dengan cepat terisi, dan ratusan orang ditangkap dalam demonstrasi antiperang di seluruh negeri.

Sehari sebelumnya, bagian timur dan selatan Ukraina yang dikuasai Rusia mengumumkan rencana referendum untuk menjadi bagian dari Rusia.

Baca juga: Eropa Sebut Vladimir Putin Mulai Putus Asa, Kekalahan Perang di Ukraina Mulai Terlihat

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved