Breaking News:

Berita Banda Aceh

Giliran Bendahara Tsunami Cup Ditahan Jaksa

Penyidik Kejari Banda Aceh kembali menahan satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada pelaksanaan turnamen sepak bola Tsunami Cup

Editor: bakri
For Serambinews.com
Jaksa pada Kejari Banda Aceh membawa tersangka Mirza Bin Ramli selaku bendahara AWSC ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Banda Aceh di kawasan Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Kamis (22/9/2022) 

BANDA ACEH - Penyidik Kejari Banda Aceh kembali menahan satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada pelaksanaan turnamen sepak bola Tsunami Cup atau Aceh World Solidarity Cup (AWSC) tahun 2017 lalu.

Kali ini, tersangka yang ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Banda Aceh kawasan Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Kamis (22/9/2022), adalah Mirza bin Ramli selaku bendahara AWSC.

Sebelumnya, pada Senin (19/9/2022), jaksa sudah menahan Muhammad Zaini, adik Irwandi Yusuf, mantan gubernur Aceh, dalam kapasistasnya sebagai panitia AWSC.

Ini merupakan penanganan lanjutan setelah sebelumnya sudah ada dua terdakwa yang dijatuhi hukuman oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh yaitu Moh Sa’adan (ketua panitia) dan Simon Batara Siahaan (konsultan).

Kajari Banda Aceh, Edi Ermawan SH MH, melalui Kasi Intelijen, Muharizal, SH MH, kepada Serambi, mengatakan, pihaknya menyerahkan tersangka dan barang bukti dari jaksa penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Tsunami Cup, Jaksa Tahan M Zaini, Pengacara Nilai Alasan Penahanan Tidak Tepat

Baca juga: Terdakwa Tsunami Cup Divonis 2 Tahun Penjara, Harta Mohammad Sadan Terancam Disita

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Tsunami Cup 2017 Kembali Diaudit BPKP Aceh, Terindikasi Ada Kerugiaan Negara

 

"Setelah dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan (Mirza bin Ramli-red) dan penelitian barang bukti, tersangka langsung ditahan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke Rutan Banda Aceh di Kajhu selama 20 hari ke depan," ungkapnya.

Sebelum ditahan, lanjut Muharizal, Mirza Bin Ramli terlebih dulu ditetapkan sebagai tersangka pada 7 September 2022 lalu berdasarkan Surat Nomor: Prin-10/ L.1.10 /Fd.1/09/2022.

Selanjutnya pada Jumat (16/92022), jaksa penyidik menyerahkan berkas tahap pertama kepada JPU.

Kemudian, pada Senin (19/2/ 2022) JPU menyatakan berkas perkara tersebut lengkap (P-21).

"Untuk proses selanjutnya, Jaksa Penuntut Umum akan segera menyusun surat dakwaan dan kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh," pungkas Muharizal. (mas)

Baca juga: Majelis Hakim Vonis Dua Terdakwa Kasus Korupsi Turnamen Tsunami Cup

Baca juga: Tsunami Cup Rugikan Negara Rp 2,8 Miliar, Hasil Audit BPKP Aceh

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved