Breaking News:

Kasus Tsunami Cup 2017

Kasus Dugaan Korupsi Tsunami Cup 2017 Kembali Diaudit BPKP Aceh, Terindikasi Ada Kerugiaan Negara

Indra menjelaskan bahwa penyidik Kejari Banda Aceh sudah melakukan ekspos kepada pihaknya. Hasilnya bisa dilakukan audit kerugian negara atas kasus te

hand over dokumen pribadi
Kepala Perwakilan BPKP Aceh, Indra Khaira Jaya. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh akan melakulan audit kerugian negara kasus dugaan pidana korupsi penyelenggara Aceh World Solidarity atau Tsunami Cup Tahun 2017 yang sebelumnya sempat mangkrak.

Kepala Perwakilan BPKP Aceh, Indra Khaira Jaya mengungkapkan penyidik Kejari Banda Aceh sudah menyerahkan berkas perkara ke pihaknya pada akhir Maret 2021.

"Tapi kami belum menerbitkan surat tugas, dokumen dari penyidik masih kita telaah," kata Indra kepada Serambinews.com, Selasa (20/4/2021).

Indra menjelaskan bahwa penyidik Kejari Banda Aceh sudah melakukan ekspos kepada pihaknya. Hasilnya bisa dilakukan audit kerugian negara atas kasus tersebut.

“Cuma terkait nilainya berapa, belum bisa kami sampaikan,” ungkap dia.

Mayat Wanita Berdaster Ditemukan di Asahan, Korban Tewas Terlilit Tali di Pinggir Jalan

Pasukan Mesir Tembak Mati Tiga Militan, Pelaku Pembunuhan Seorang Pria Kristen

Kasus ini sebenarnya sudah ditangani oleh Kejari Banda Aceh sejak tahun 2018 silam. Bahkan penyidik sudah memeriksa panitia penyelenggara turnamen bertaraf internasional tersebut. Tapi setelah itu tidak ada lagi kabar.

Pada pertengahan Januari 2021 ini, kasus itu kembali mencuat dan baru-baru ini terdengar kabar akan dilakukan audit kerugian negara oleh BPKP Aceh. Untuk kasus ini belum ada penetapan tersangka.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Aceh menggelar turnamen sepakbola bertaraf internasional ‘Aceh World Solidarity Cup’ yang dipusatkan di stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh pada 2-6 Desember 2017.

Kegiatan itu diikuti empat negara yaitu Indonesia, Kyrgyztan, Mongolia dan Brunei Darussalam. Acara yang menghabiskan anggaran Rp 2,5 miliar dari APBA 2017 itu dilaunching Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dengan tujuan untuk mengembalikan prestasi sepakbola Aceh.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved