Breaking News:

Internasional

Pria Rusia Siap Patahkan Kaki Atau Masuk Penjara, Hindari Masuk Wajib Militer ke Ukraina

Seorang pria Rusia siap akan mematahkan kakinya atau masuk penjara untuk menghindari perintah Rusia Vladimir Putin untuk berperang di Ukraina.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Olga Maltseva
Sebuah iklan rekrutmen warga menjadi wajib militer di St Petersburg, Rusia pada 20 September 2022. 

SERAMBINEWS.COM, MOSKOW - Seorang pria Rusia siap akan mematahkan kakinya atau masuk penjara untuk menghindari perintah Rusia Vladimir Putin untuk berperang di Ukraina.

"Saya akan mematahkan lengan saya, kaki saya atau saya akan masuk penjara, apa saja untuk menghindari semua ini," kata pria yang tidak disebutkan namanya itu.

Dia, salah satu dari banyak orang Rusia berusaha mati-matian untuk menghindari wajib militer.

Setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan panggilan besar-besaran pada Rabu (21/9/2022) untuk mengakhiri ketergantungan Rusia pada pasukan sukarelawan.

Sekitar 300.000 orang akan segera dipanggil, kata pejabat Rusia.

Mereka juga mengatakan keputusan baru hanya akan mempengaruhi mereka yang memiliki pengalaman sebelumnya.

Baca juga: Presiden Ukraina Nilai Rusia Tidak Ingin Akhiri Perang, Sebaliknya Membuat Konflik Berkepanjangan

Beberapa jam setelah pengumuman Putin, istilah yang paling banyak dicari di Google di Rusia adalah "cara mematahkan tangan di rumah," menurut Newsweek .

Pria lain yang tinggal di Moskow, bernama Vyacheslav kepada BBC, Jumat (23/9/2022) mengatakan dia dan teman-temannya sedang mencari cara lain untuk keluar dari wajib militer.

"Kesehatan mental atau pengobatan untuk kecanduan narkoba terlihat seperti pilihan yang baik, murah atau bahkan gratis," katanya.

"Jika Anda dilempari batu dan ditangkap saat mengemudi, semoga SIM Anda dicabut dan harus menjalani perawatan," ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved