Jumat, 1 Mei 2026

Internasional

Sungai Efrat di Suriah Tercemar, Ratusan Warga ProvInsi Deir Ezzor Terserang Penyakit Kolera

Sungai Efrat yang mengalir di Suriah tercemar dengan berbagai macam bahan berbahaya.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang pria yang terkena penyakit kolera didampingi istrinya saat dirawat di sebuah rumah sakit Suriah. 

SERAMBINEWS.COM, AL-KASRAH - Sungai Efrat yang mengalir di Suriah tercemar dengan berbagai macam bahan berbahaya.

Padahal, Sungai Efrat telah menjadi sumber utama warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci sampai air minum.

Dengan tercemarnya sungai, maka seratusan warga yang juga sedang menghadapi gejolak perang terkena Kolera.

Seperti di sebuah rumah sakit yang penuh dengan wanita dan anak-anak yang meratap.

Ahmad Al-Mohammed menggeliat kesakitan di samping istrinya setelah terjangkit kolera, yang muncul kembali untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun.

Selama enam hari dalam perawatan, Mohammed telah menyaksikan pasien mengalir ke Rumah Sakit Al-Kasrah di timur Provinsi Deir Ezzor.

Di mana Sungai Efrat yang sangat tercemar menjadi sumber utama air yang terkontaminasi yang digunakan untuk minum dan irigasi.

"Kami terkena diare, muntah, dan sakit, karena kami minum langsung dari Sungai Efrat," kata pria berusia 45 tahun dari rumah sakit itu yang nyaris tidak dapat berbicara.

“Sungai Efrat tercemar tetapi kita tidak punya pilihan lain,” tambahnya kepada AFP, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Danau Sawa Dekat Sungai Efrat, Mutiara dari Selatan Irak Mengering, Pertanda Kiamat Makin Dekat

Kolera umumnya tertular dari makanan atau air yang terkontaminasi dan menyebar di daerah pemukiman yang tidak memiliki jaringan pembuangan air limbah atau air minum utama.

Penyakit ini muncul kembali secara besar-besaran sejak 2009 di Suriah.

Dimana hampir dua pertiga dari instalasi pengolahan air, setengah dari stasiun pompa dan sepertiga menara air telah rusak oleh lebih dari satu dekade perang, menurut PBB.

Rezim Suriah telah mengumumkan 23 kematian dan lebih dari 250 kasus kolera di enam dari 14 provinsi negara itu sejak awal wabah pada September 2022.

Sebagian besar kasus terkonsentrasi di utara Provinsi Aleppo.

Pemerintahan semi-otonom Kurdi yang mengelola timur laut Suriah dan sebagian Deir Ezzor telah mencatat 16 kematian dan 78 kasus di daerah-daerah di bawah kendalinya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved