Internasional
PM Malaysia Dukung Palestina Sebagai Negara Merdeka
Perdana Menteri (PM) Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, menegaskan komitmen negaranya mendukung Palestina sebagai negara merdeka
PUTRAJAYA - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, menegaskan komitmen negaranya mendukung Palestina sebagai negara merdeka dengan Baitulmaqdis alias Yerusalem sebagai ibu kotanya.
Hal itu disampaikan Ismail saat bertemu Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, di New York, Amerika Serikat (AS), Jumat (23/9/2022), seperti dilansir Antara.
“Saya juga menegaskan kembali komitmen Malaysia untuk terus mendukung perjuangan dan hak Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat dengan Baitulmaqdis sebagai ibu kotanya,” katanya dalam pernyataan melalui akun media sosial resminya yang diakses dari Kuala Lumpur, Sabtu (24/9/2022).
Pertemuan keduanya terjadi di sela-sela agenda Sidang Majelis Umum Ke-77 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.
Ismail Sabri Yaakob mengatakan, posisi Malaysia sejak lama sama sekali tidak mendukung Israel di organisasi internasional manapun sampai Palestina mendapatkan haknya sebagai negara berdaulat.
Malaysia, lanjutnya juga mendukung proses perdamaian Israel-Palestina dan berakhirnya pendudukan Israel atas wilayah Palestina.
Saat bertemu, keduanya juga menandatangani empat nota kesepahaman yang bertujuan membentuk pertemuan komite bersama serta penguatan kerja sama di bidang kesehatan, pariwisata, dan urusan Islam.
Hal itu dilakukan sebagai upaya memperkuat hubungan bilateral antara Malaysia dan Palestina.
Baca juga: Dubes Arab Saudi di Jordania Puji Raja Abdullah II, Terus Mendukung Kemerdekaan Palestina
Baca juga: Emir Qatar Minta Masyarakat Internasional Tekan Israel, Akhiri Pendudukan di Palestina
Malaysia juga menyambut baik warga Palestina untuk melanjutkan studi di "Negeri Jiran" dalam bidang-bidang penting yang dapat membantu pembangunan kembali Palestina.
Hingga saat ini, menurut Ismail Sabri, terdapat 800 mahasiswa Palestina di universitas terkemuka di Malaysia.
Mereka melanjutkan studi di berbagai bidang termasuk keteknikan.
Dukung solusi damai Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Yair Lapid, pada Kamis (22/9/2022) menyerukan solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina selama beberapa dekade.
Tawaran Yair Lapid tentang solusi dua negara mejadi yang pertama disampaikan oleh seorang pemimpin Israel setelah bertahun-tahun di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Lapid menggemakan dukungan Presiden AS, Joe Biden, di Israel pada Agustus lalu untuk proposal yang sudah lama tidak aktif.
"Sebuah kesepakatan dengan Palestina, berdasarkan dua negara untuk dua bangsa, adalah hal yang tepat untuk keamanan Israel, untuk ekonomi Israel dan untuk masa depan anak-anak kita," kata Lapid.
Dia menambahkan kesepakatan apa pun akan dikondisikan pada negara Palestina yang damai dan tidak akan mengancam Israel.
Lapid berbicara kurang dari enam minggu sebelum pemilihan 1 November yang dapat mengembalikan kekuasaan mantan Perdana Menteri sayap kanan Benjamin Netanyahu, penentang lama perdamaian dua negara.
Israel merebut Yerusalem Timur, Tepi Barat dan Gaza, daerah yang Palestina cari untuk negara merdeka, dalam perang Timur Tengah 1967.
Perundingan damai Israel-Palestina yang disponsori AS gagal pada tahun 2014.
Dalam pidatonya, Lapid kembali mengecam Iran dan menyuarakan tekad Israel untuk mencegah musuh lamanya mendapatkan senjata nuklir.
Satu-satunya cara untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir adalah dengan menempatkan ancaman militer yang kredibel di atas meja," katanya.
"Kami memiliki kemampuan dan kami tidak takut untuk menggunakannya," tambah Lapid. (kompas.com)
Baca juga: Pasukan Keamanan Otoritas Palestina dan Gerilyawan Akhirnya Sepakati Gencatan Senjata
Baca juga: Israel Rencanakan Pemukim Baru Yahudi dI Jerusalem Timur, Rumah Warga Palestina Bakal Terkurung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perdana-menteri-ke-9-malaysia-ismail-sabri-yaakob.jpg)