Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Gadis di Aceh Tengah Dilecehkan Pamannya, Bermula dari Status WA, Pelaku Ancam Bunuh Kakek Korban

Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah Pelecehan Seksual terhadap Anak.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Tribun Jateng/Bram Kusuma
Ilustrasi pelecehan - Gadis di Aceh Tengah Dilecehkan Pamannya, Bermula dari Status WA, Pelaku Ancam Bunuh Kakek Korban 

Gadis di Aceh Tengah Dilecehkan Pamannya, Bermula dari Status WA, Pelaku Ancam Bunuh Kakek Korban

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Aceh.

Kali ini dialami oleh seorang anak gadis berusia 15 tahun yang menjadi korban kebejatan pamannya sendiri.

Peristiwa ini terjadi di rumah pelaku di Aceh Tengah pada awal tahun 2022.

Bahkan, pelaku yang berusia 38 tahun itu mengancam akan membunuh kakek korban dan menceraikan bibinya jika melaporkan perbuatannya.

Tak hanya itu, korban hendak melakukan tindakan bunuh diri sebanyak 2 kali karena merasa tertekan dengan kelakuan pamannya.

Baca juga: Magang di Kantor Camat Malah Dilecehkan, Bibir Dikecup Pak Camat 2 Kali, Siswi SMK Trauma

Hal ini diketahui berdasarkan Direktori Putusan Mahkamah Syar’iyah Takengon nomor 9/JN/2022/MS.Tkn, yang diunggah pada 23 September 2022.

Majelis hakim yang dipimpin Hakim Tunggal, Dr Taufik Ridha menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah “Pelecehan Seksual terhadap Anak”

sebagaimana yang didakwakan dalam Dakwaan tunggal melanggar pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

“Menghukum Terdakwa dengan ‘Uqubat penjara selama 80 bulan dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah Terdakwa tetap berada dalam tahanan,” bunyi putusan hakim yang dibacakan pada Jumat (23/9/2022).

Dalam Direktori Putusan tersebut, kejadian ini berawal pada bulan Agustus 2021, ketika korban Melati (bukan nama sebenarnya) mengunggah foto bersama teman laki-lakinya di status Whatsapp.

Sekira 5 hari setelahnya, terdakwa menanyakan kepada korban bahwa siapa laki-laki di foto tersebut.

Korban menjawabnya bahwa itu hanya temannya.

Baca juga: Polres Bener Meriah Ungkap Kasus Pelecehan Seksual Anak di Bawah Umur

Selanjutnya terdakwa menggunakan foto tersebut untuk mengancam korban, bahwa dirinya akan melaporkannya kepada bapak korban, apabila korban tidak mau menuruti kemauannya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved