Breaking News:

Berita Banda Aceh

Pusat Perpanjang Program Subsidi Kacang Kedelai untuk Perajin Tahu & Tempe, Begini Cara Mendapatkan

Program subsidi kacang kedelai melalui Kementerian Perindustrian dan Perdagangan serta Kementerian Koperasi yang bekerja sama dengan Bulog dan Gabunga

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh, Irsan Nasution (tengah), dan Ketua Puskopti Aceh, T Tansri Jauhari memperlihatkan kacang kedelai yang disubsidi oleh Pemerintah sebesar Rp 1.000/kg, di Gudang DEPO Aceh (PT FKS Agro Tbk), Jalan T Hasan, Lampeunerut, Selasa (19/4/2022). 

Program subsidi kacang kedelai melalui Kementerian Perindustrian dan Perdagangan serta Kementerian Koperasi yang bekerja sama dengan Bulog dan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gapkoptindo) Pusat. 

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Pusat memperpanjang program subsidi kacang kedelai hingga akhir Desember 2022.

Program subsidi kacang kedelai melalui Kementerian Perindustrian dan Perdagangan serta Kementerian Koperasi yang bekerja sama dengan Bulog dan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gapkoptindo) Pusat. 

Ketua Pusat Koperasi Perajin Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) Aceh, T Tansri Jauhari, menyebutkan harga yang disubsidi pemerintah untuk kacang kedelai ini Rp 1.000 per kilogram. 

Ia mengatakan, bahwa program tersebut sudah berjalan sejak April hingga Juli 2022.

Namun, kata dia, karena adanya pergantian Menteri, program tersebut sempat tertunda selama dua bulan, yakni Agustus dan September 2022.

Baca juga: Kuota Subsidi Kedelai untuk Produsen Tempe dan Tahu di Aceh Ditambah dari 105 jadi 310 Ton

"Alhamdulillah sekarang diperpanjang kembali," kata Tansri kepada Serambinews.com, Jumat (30/9/2022).

Kata Tansri, program subsidi kacang kedelai itu dikhususkan bagi perajin tempe dan tahu yang sudah menjadi anggota Puskopti. Bagi yang belum menjadi anggota, maka dipersilakan mendaftar untuk menjadi anggota Puskopti Aceh.

Tansri menambahkan bagi pengrajin tahu tempe tidak dibatasi jumlahnya untuk mendapatkan kacang kedelai subsidi ini.

Misalnya, tahap pertama mereka mengambil 5 ton, kemudian tahap kedua mereka mengusulkan menambah 10 ton, maka pihak dari Puskopti nantinya akan mengajukan kembali ke pihak Kementerian melalui Gakoptindo Pusat.

Adapun mekanisme pengambilan kacang kedelai subsidi ini, kata Tansri yaitu pertama perajin mendaftar menjadi anggota Puskopti Aceh. Hal itu agar penerima manfaatnya jelas.

Baca juga: Subsidi Kedelai Tak Efektif Jika Hanya Diberikan kepada Produsen, Beri Peluang bagi Petani

Selanjutnya, perajin melakukan pembayaran ke rekening Bulog. Setelah itu Bulog mentransfer dananya ke rekening importir dalam hal ini PT FKS Multi Agro Tbk.

Setelah masuk ke sistem registrasi barang, baru kemudian kacang kedelai diambil oleh para perajin di DEPO Aceh.

Dikatakan Tansri, untuk jumlah kacang kedelai yang diusul sendiri sebanyak 310 ton. Ke depannya ia mengharapkan bisa menjadi 500 ton.

"Jadi kami mengajak semua perajin tempe dan tahu se-Aceh untuk secepatnya dapat mendaftar," pintanya

Menurutnya, semakin banyak yang mendaftar semakin besar kuota bantuan yang sangat sangat membantu perajin tempe dan tahu saat masa pemulihan pasca-Covid-19 dan kenaikan harga BBM ini. 

"Perajin tempe dan tahu mengucapkan terimakasih kasih kepada pemerintah melalui Gakoptindo yang telah memperjuangkan program subsidi kedelai 1.000/Kg," pungkasnya. (*)
 
 
 
 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved