Breaking News:

Berita Pidie

Baitul Mal Aceh Siap Bantu Modal Tanam Bawang Merah Untuk Petani Miskin

Petani Bawang Merah di Aceh yang tergabung dalam Konsorsium Bawang Merah Pidie meminta Baitul Mal Aceh membantu permodalan petani bawang merah di Aceh

Penulis: Herianto | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Komisioner Baitul Mal Aceh, Mukhlis Sya'ya, Kadistan Pidie Hasballah, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Pangan Nasional, Rachmi Widiriani, Kadis Pangan Aceh, Cut Yusminar dan Ketua Konsorsium Bawang Merah Pidie, Zakarya A Gani, foto bersama di lokasi panen bawang di Keumala, Pidie, Sabtu (1/10/2022). 

SERAMBINEWS.COM - Petani Bawang Merah di Aceh, yang tergabung dalam Konsorsium Bawang Merah Pidie meminta Baitul Mal Aceh, membantu permodalan petani bawang merah di Aceh.

Permintaan itu dalam pertemuan dengan Komisioner Baitul Mal Aceh, Mukhlis Sya'ya dan Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional, Dr Rachmi Widiriani, SP, MSi di lokasi Panen Bawang Merah Gampong Puli, Kemala dan Gampong Suwiek Kecamatan Indra Jaya Pidie

“Badan Pangan Nasional, sudah membantu satu Unit Cold Storage Kapasitas 10 – 12 ton, Baitul Mal Aceh, hendaknya membantu permodalan untuk tanaman bawang merah per kelompok Rp 50 – Rp 60 juta untuk pengembangan bawang merah,” kata Muzakir, seorang koordinator anggota petani bawang merah di Gampong Puli, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Sabtu (1/10/2022).

Muzakir mengatakan, kelompoknya sangat senang, di kunjungi Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan,  Badan Pangan Nasional, Dr Rachmi Widiriani, SP, MSi, Komisioner Baitul Mal Aceh, Mukhlis Sya'ya, Kepala Dinas Pangan Aceh, Cut Yusminar AP, MSi, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Hasballah, Kabid Distribusi Pangan Dispangan Aceh, Drs Surya Rayendra, Kasi Cadangan Pangan Dispangan Aceh, Salman SE, MM, Kabid Ketahanan Pangan Distanpan Pidie drh Ernida di lokasi panen bawang di Gampong Puli.

Petani bawang merah di Gampong Puli menyatakan, semangat menanam bawang merah cukup tinggi.

Tapi karena untuk menanam bawang merah 1 hektar butuh dana Rp 50 – Rp 60 juta.

Kemampuan Konsorsium Bawang Merah Pidie, untuk membiayai pengembangan tanaman bawang menjadi terbatas.

"Kami memohon Baitul Mal Aceh mau memberikan bantuan modal usaha untuk pengembangan tanaman bawang merah," harapnya.

Baca juga: Bawang Merah dari Pidie dan Pidie Jaya Kuasai Pasar di Aceh, Produksi 30 Ton Per Bulan

Ketua Konsorsium Bawang Merah Pidie, Zakarya A Gani mengatakan, Konsorsium Bawang Merah Pidie memulai pengembangan tanaman bawangnya pada bulan April 2022 lalu, dengan target seluas 50 hektar.

Target tanam seluas itu telah direalisasikan seluruhnya sampai bulan Juni lalu, dan hasil panen bawangnya sudah  dirasakan petani bawang merah di Pidie, sejak bulan Juni – Oktober ini, tidak pernah putus-putus.

Sehingga membuat harga bawang merah yang tadinya mencapai Rp 50.000 – Rp 60.000/Kg.

Sejak panen bulan Juni – Oktober 2022 ini, harganya ditingkat petani antara Rp 20.000 – Rp 25.000/Kg dan ditingkat pengecernya Rp 30.000 – Rp 35.000/Kg.

Modal yang dimiliki Konsorsium Bawang Merah Pidie, sebut Zakarya A Gani, sangat terbatas, sehingga sawah petani, yang tidak ditanami padi, ingin dijadikan areal tanam bawang, belum bisa terpenuhi seluruhnya.

Pada acara kunjungan Badan Pangan Nasonal ke Pidie, pihaknya mengajak Komisioner Baitul Mal Aceh, Mukhlis untuk melihat areal tanaman bawang merah petani Pidie, yang tergabung dalam Konsorsium  Bawang Merah Pidie.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved