Breaking News:

Berita Aceh Singkil

Sudah 10 Hari Nelayan Pulau Banyak tak Melaut Akibat Badai, Ikan Didatangkan dari Daratan

Sudah 10 hari badai berkecamuk di Kepulauan Banyak, menyebabkan nelayan tak bisa mencari nafkah ke laut. 

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Taufik Hidayat
Foto Kiriman Warga
Perahu nelayan Pulau Banyak, tak bisa melaut karena ombak besar, Minggu (2/10/2022) 

Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Sudah 10 hari badai berkecamuk di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil

Kondisi itu menyebabkan nelayan yang tinggal di pulau berbatas Samudera Hindia itu, tak bisa mencari nafkah ke laut. 

"Sudah 10 hari badai tak ada yang ke laut," kata Ma Panjang Wakil Panglima Laut Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Minggu (2/10/2022).

Lantaran tak bisa ke laut kkan yang dikonsumsi sehari-hari warga Kecamatan Pulau Banyak dan Kecamatan Pulau Banyak Barat, menjadi langka. 

Uniknya nelayan Kepulauan Banyak, biasnya pasok kebutuhan Ikan laut ke darat Aceh Singkil. Dampak badai posisinya menjadi terbalik. 

Justru untuk memenuhi kebutuhan ikan harus mendatangkan dari daratan Aceh Singkil. "Kenarin ikan untuk makan, beli dari Gosong (Kecamatan Singkil Utara," ujar Ma Panjang. 

Angin kencang sesekali juga terjadi di wilayah Singkil Utara. Akan tetapi nelayan di sana masih bisa ke laut, walau hanya sebentar untuk menghindari datangnya angin kencang yang memicu gelombang tinggi. 

Di saat situasi tak bersahabat, penghasilan nelayan Singkil Utara, sedang melimpah. Terutama nelayan yang menggunakan alat tangkap jaring.

Jika di Kepulauan Banyak, tak ada ikan. Di Singkil Utara, justru sedang melimpah hasil tangkapan ikan jenis aso-aso dan gembolo.(*)

Baca juga: Jalan Lingkar Pulau Balai Tergerus Abrasi

Baca juga: Sawit di Aceh Singkil, Sudah Produksi Turun, Harga Murah Pula

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved