Kesehatan
Mau Menikah? dr Boyke Anjurkan Calon Pengantin Lakukan Premarital Check Up, Apa Itu?
Bagi calon pengantin yang mau menikah, Seksolog dr Boyke menganjurkan agar calon suami istri segera melakukan premarital check up, apa itu?
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Ansari Hasyim
Pemeriksaan kesehatan pranikah sebaiknya dilakukan untuk mencegah penularan penyakit infeksi, atau pun risiko penyakit genetik atau keturunan bagi calon buah hati di masa depan.
Jenis-jenis pemeriksaan yang umumnya dilakukan pada pemeriksaan pranikah adalah:
- Pemeriksaan Golongan Darah
Pemeriksaan golongan darah berguna untuk mengetahui jenis golongan darah masing-masing pasangan sehinga dapat diprediksi golongan darah anak mereka nantinya.
Pada bayi baru lahir terdapat risiko penyakit hemolitik atau hemolytic disease of the newborn (HDN) yaitu kelainan darah pada bayi baru lahir yang menyebabkan pemecahan atau kerusakan sel darah.
Baca juga: 85 Persen Pria di Indonesia Mengalaminya, Ternyata Inilah 3 Penyebab Ejakulasi Dini Kata dr Boyke
Salah satu penyebab penyakit hemolitik pada bayi adalah perbedaan resus (Rh) atau golongan darah antara ibu dan bayi.
Kondisi ini disebut incompatibility ABO blood group atau pun Rh incompatibility.
Risiko meningkat pada ibu golongan darah O yang melahirkan bayi dengan golongan darah berbeda baik A, B, atau AB.
Kondisi inkompatibilitas biasanya lebih berat pada inkompatibilitas resus (Rh).
Hal ini terjadi karena antibodi ibu menyebabkan kerusakan sel darah merah bayi dengan golongan darah berbeda sehingga pemeriksaan golongan darah pada pemeriksaan pranikah sangat diperlukan untuk mengetahui prediksi golongan darah ibu dan bayi.
- Pemeriksaan Kelainan Darah
Beberapa penyakit kelainan darah umumnya dapat mempengaruhi kondisi kehamilan dan dapat berisiko diturunkan pada bayi.
Penyakit kelainan pada darah di antaranya thalasemia dan hemofilia.
Baca juga: dr Boyke Sarankan Suami Sentuh Bagian Ini pada Istri, Hubungan Rumah Tangga Makin Erat dan Harmonis
Thalasemia adalah penyakit keturunan berupa kelainan darah yang disebabkan tubuh tidak dapat membentuk haemoglobin yang cukup sehingga sel darah merah tidak berfungsi maksimal dan sel darah merah memiliki usia yang lebih pendek.
Salah satu fungsi sel darah merah adalah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Adapun hemofilia merupakan penyakit keturunan berupa gangguan pembekuan darah sehingga darah tidak dapat membeku dengan baik.
Hal ini juga dapat memicu perdarahan spontan atau pun perdarahan yang dipicu luka atau pembedahan.