Jumat, 5 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Darud Donya Minta Makam Tuwanku Hasyim Banta Muda Resmi Jadi Cagar Budaya

Darud Donya juga berziarah ke makam Tuwanku Hasyim Banta Muda Al Wazirul Harb, Panglima Perang Kesultanan Aceh Darussalam melawan Belanda (1873-1897).

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Pemimpin Darud Donya Cut Putri bersama Tim melakukan kunjungan ke wilayah Pidie, untuk menghadiri acara Maulid Nabi dan Khanduri Tgk Chik Di Reubee yang juga nenek moyang Para Sultan Aceh, di Gampong Raya Reubee Delima Pidie (Sabtu, 8/10/2022). 

Darud Donya Minta Makam Tuwanku Hasyim Banta Muda Resmi Jadi Cagar Budaya

SERAMBINEWS.COM - Pemimpin Darud Donya Cut Putri bersama Tim melakukan kunjungan ke wilayah Pidie, untuk menghadiri acara Maulid Nabi dan Khanduri Tgk Chik Di Reubee yang juga nenek moyang Para Sultan Aceh, di Gampong Raya Reubee Delima Pidie (Sabtu, 8/10/2022).

Siaran Pers diterima Serambinews.com, Senin (10/10/2022) Tim Darud Donya juga berziarah ke makam Teungku Chik Di Reubee dan dan Putroe Sani Binti Teungku Chik Di Reubee.

Putroe Sani adalah Istri Sultan Iskandar Muda Perkasa Alam Darmawangsa Tun Pangkat (1607-1636).

Menurut Yunus Djamil penulis Tawarikh Raja-Raja Aceh, dari pernikahan dengan Putroe Sani, maka Sultan Iskandar Muda mempunyai anak bernama Pangeran Abangta Abdul Jalil Pocut Meurah Pupok dan Putri Tajul Alam Safiatuddin.

Darud Donya juga berziarah ke makam Tuwanku Hasyim Banta Muda Al Wazirul Harb, Panglima Perang Kesultanan Aceh Darussalam melawan Belanda (1873-1897).

Nama lengkap Tuwanku Hasyim Banta Muda adalah Tuwanku Hasyim Banta Muda Bin Tuwanku Abdul Kadir Bin Tuwanku Raja Cut Zainal Abidin Bin Sultan Mahmud Syah (1760-1781).

Baca juga: Cut Putri Kritik Tindakan MAA Obral Gelar Teuku & Cut, Dinilai Bisa Rusak Adat Istiadat Aceh

"Tuwanku Hasyim Banta Muda adalah seorang keturunan Sultan Aceh, beliau adalah ahli ilmu agama dan ilmu perang yang menguasai berbagai bahasa seperti bahasa Melayu, Arab, Turki, Urdu, Inggris, dan lain-lain" kata Cut Putri Pemimpin Darud Donya yang juga keturunan Sultan Aceh.

Tuwanku Hasyim Banta Muda pernah menjadi Raja Bendahara Negeri Tamiang pada zaman Sultan Ibrahim Mansur Syah (1857-1870 M).

Tuwanku Hasyim Banta Muda pernah dua kali diminta menjadi Sultan Aceh.

Pertama yaitu saat wafatnya Sultan Ibrahim Mansur Syah (1857-1870 M), dan kali kedua yaitu setelah wafatnya Sultan Mahmud Syah (1870-1874 M).

Namun beliau menolak karena beliau tidak berambisi menjadi Sultan, dan ingin membangun Aceh sebagai seorang Panglima Perang Aceh.

"Kisah kepahlawanan Tuwanku Hasyim sangat heroik. Beliau adalah pejuang yang sangat gagah berani, yang tak gentar untuk terjun langsung ke medan perang bersama para prajurit dan rakyat Aceh. Beliau rela berkorban jiwa raga harta benda demi membela kebenaran", terang Cut Putri.

Baca juga: Cucu Sultan Aceh Cut Putri, Terima Kasih Presiden Erdogan

Tuwanku Hasyim Banta Muda merupakan lawan berat Panglima Tertinggi Militer Belanda Jendral Van Swieten pada tahun 1874, dalam perang perebutan Istana Kesultanan Aceh.

Belanda lalu dengan liciknya melancarkan strategi jahat, dengan melepaskan senjata biologis bibit kolera, akhirnya Sultan Mahmud Syah (1870-1874) syahid terkena kolera.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved