Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Darud Donya Minta Makam Tuwanku Hasyim Banta Muda Resmi Jadi Cagar Budaya

Darud Donya juga berziarah ke makam Tuwanku Hasyim Banta Muda Al Wazirul Harb, Panglima Perang Kesultanan Aceh Darussalam melawan Belanda (1873-1897).

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Pemimpin Darud Donya Cut Putri bersama Tim melakukan kunjungan ke wilayah Pidie, untuk menghadiri acara Maulid Nabi dan Khanduri Tgk Chik Di Reubee yang juga nenek moyang Para Sultan Aceh, di Gampong Raya Reubee Delima Pidie (Sabtu, 8/10/2022). 

Tuwanku Hasyim lalu hendak diangkat menjadi Sultan Aceh oleh para Panglima Sagi dan Ulama Aceh, namun beliau menolak. Tuwanku Hasyim kemudian fokus memimpin perang melawan Belanda.

Pada tahun 1879 Tuwanku Hasyim bekerjasama dengan Teungku Tiro dan Teuku Umar Johan Pahlawan, kemudian melakukan serangan serentak merebut Bandar Aceh Darussalam.

Pertahanan Belanda pun berhasil ditembus.

Perang Aceh terus berlanjut, akibatnya Belanda mengamuk dan perang pecah besar-besaran.

Baca juga: Cut Putri, Kepincut Menjaga Situs Sejarah  

Dalam pertempuran di Montasik, Tuwanku Hasyim Banta Muda memimpin pasukan dan berhasil memukul mundur pasukan Belanda, beberapa perwira Belanda pun berhasil dibunuh.

Mendengar itu darah Gubernur Militer Belanda mendidih.

Hal seperti ini belum pernah dialaminya di tempat mana pun yang diperangi di nusantara.

Ia sadar bahwa untuk memerangi Aceh bukan perkara mudah.

Bila di daerah lain perlawanan terhadap penjajah hanya dilakukan dengan senjata tradisional, tapi lain halnya dengan Negara Aceh, yang berkat bantuan Khalifah Turki Utsmani, saat itu sudah memiliki dan menguasai persenjataan modern, yang mampu mengimbangi senjata Kaphe Belanda.

"Meriam-meriam besar asal Turki di benteng-benteng rakyat Aceh, dan segala persenjataan modern pasukan perang Aceh, ditambah kekuatan syair Prang Sabi yang bergema di seluruh tanah Aceh, cukup memberi jawaban bagi Gubernur Jenderal Militer Belanda di Aceh, bahwa ia kini benar-benar sedang menghadapi bangsa yang tidak kenal kompromi dengan lawan!", sambung Cut Putri penuh semangat.

Ditengah perang jihad yang panjang melawan Kaphe Belanda, tahun 1897 Tuwanku Hasyim Banta Muda wafat, dan dimakamkan di samping Masjid Tuha Padang Tiji.

Baca juga: Sosok Tiara Kartika Terungkap, Gadis Cantik Disebut Anak Kuntilanak Hingga Kisahnya di Sekolah

Sebagai penghormatan kepada Tuwanku Hasyim Banta Muda dalam kesempatan ziarah itu, Cut Putri yang juga merupakan keluarga Tuwanku Hasyim Banta Muda, memasangkan kain kuning di nisan makam beliau.

"Tuanku Hasyim Banta Muda adalah sosok Pahlawan Besar, yang membela kehormatan bangsa dan negara. Kita harap Pemerintah Kabupaten Pidie dan Pemerintah Aceh dapat menghormati dan memberi perhatian kepada makam beliau, dan resmi menjadikan makam tempat persemayaman beliau menjadi Cagar Budaya", ujar Cut Putri.

"Tuanku Hasyim Banta Muda telah memberi contoh teladan bagi kita tentang bagaimana hebat nya sifat religius, patriotisme, keberanian dan nasionalisme bangsa Aceh. Semoga semangat kepahlawanan beliau terus mengalir dan membara di dada generasi penerus bangsa", tutup Cut Putri. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Baca juga: BERITA POPULER- Wanita Abdya VC Tanpa Busana, Pesulap Hijau di Pidie, Isu Irwandi Yusuf Keluar Lapas

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved