Sabtu, 9 Mei 2026

Internasional

Sekjen PBB Kecam Keras Tindakan Rusia Caplok Wilayah Ukraina, Dapat Bahayakan Dunia

Sekjen PBB, Antonio Guterres menjadi sebagai pembela terkemuka nilai-nilai badan dunia itu yang secara blak-blakan mengecam aneksasi Rusia di Ukraina.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
time.com
Sekjen PBB, Antonio Guterres 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Sekjen PBB, Antonio Guterres menjadi sebagai pembela terkemuka nilai-nilai badan dunia itu yang secara blak-blakan mengecam aneksasi Rusia di Ukraina.

“Itu bertentangan dengan segala sesuatu yang dimaksudkan untuk diperjuangkan oleh komunitas internasional,” kata Antonio Guterres.

“Itu mencemooh tujuan dan prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujarnya.

"Ini menjadi eskalasi yang berbahaya," tambahnya.

"Itu tidak memiliki tempat di dunia modern dan tidak harus diterima," tegasnya, seperti dilansir AFP, Senin (10/10/2022).

Sedangkan pejabat AS mengatakan hal itu menunjukkan bukan benar-benar tentang Barat versus Rusia.

Baca juga: Perang Rusia di Ukraina, Ledakan Bom Truk di Jembatan Krimea Putuskan Jalur Logistik via Darat

Selama pemungutan suara Dewan Keamanan, tidak ada negara lain yang memihak Rusia, meskipun empat delegasi, China, India, Brasil, dan Gabon abstain.

Beberapa negara berkembang mengeluh Barat mencurahkan seluruh perhatiannya ke Ukraina, dan yang lain mungkin tergoda untuk bergabung.

Pemungutan suara akan memberikan gambaran yang jelas tentang betapa terisolasinya Rusia.

Mengingat taruhannya yang tinggi, para pendukung rancangan tersebut akan berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan calon abstain.

“Ini akan sulit,” kata seorang diplomat senior Eropa, yang berbicara dengan syarat anonim.

“Untuk resolusi pencaplokan Krimea 2014, ada sekitar 100 suara yang mendukung," jelasnya.

Baca juga: Presiden Rusia Tanda Tangani Pengesahan Pencaplokan Empat Wilayah Ukraina

"Saya pikir kami akan mendapatkan lebih banyak kali ini,” katanya.

Dia memperkirakan total dukungan 100 hingga 140 suara.

Pada Maret 2022, dua resolusi Majelis Umum sebelumnya yang mengutuk invasi Rusia terdapat lima menentang, Rusia, Belarusia, Suriah, Korea Utara dan Eritrea) dengan 35 dan 38 negara abstain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved