Berita Aceh Singkil
Sumur Bor Zaman Belanda Berusia 113 Tahun, Saksi Peradaban Singkil Baru yang Tersisa
Sumur bor di pinggir jalan Desa Pasar, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, terlihat tak terurus
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Sumur bor di pinggir jalan Desa Pasar, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, terlihat tak terurus.
Keramik di bagian lantai sudah pecah. Pagar besi yang jadi pelindung monumen tak utuh lagi.
Kondisi serupa dengan pipa yang berfungsi salurkan air dari sumur bor ke masjid Baiturrahim, di beberapa titik bocor.
Sekilas terilihat merupakan bangunan kecil sumur bor biasa. Bila didekati barulah diketahui sumur bor tersebut telah berusia 113 tahun.
Usia sumur bor terlihat jelas dari tulisan dalam prasasti yang menempel dalam monumen.
"Sumur bor ini dibangun pada zaman Belanda tanggal 31 Agustus 1909," demikian sepenggal tulisan dalam prasasti.
Baca juga: Peringati Maulid 1444 H, Besok Pemkab Aceh Singkil Gelar Tablig Akbar
Keterangan lain dalam prasasti menyebutkan bahwa sumur bor direnovasi melalui swadaya masyarakat pada 17 Agustus 2003.
Selama seabad lebih, airnya tak pernah berhenti terus menjadi sumber penghidupan warga sekitar serta penuhi kebutuhan air jemaah masjid Baiturrahim bersuci sebelum menunaikan ibadah.
Jadi sumber penghidupan lantaran banyak kaum ibu memanfaatkan air sumur bor untuk mencuci pakaian. Sebagian diantaranya merupakan buruh cuci upahan.
Air yang dimanfaatkan kaum ibu mencuci pakaian yaitu dua pancuran sebesar 1 inci.
"Kalau pagi ramai yang cuci pakaian, airnya siang malam tak pernah habis," kata Eni perempuan paruh baya yang baru saja selesai mencuci pakaian di sumur bor zaman Belanda, Senin (10/10/2022).
Baca juga: Periksa dan Geledah Ruang Rektor USK, Ini Tanggapan Jubir KPK
Warga menyebutnya sumur bor zaman Belanda. Saat pagi airnya terasa hangat. Selain dialirkan melalui pancuran ada juga yang ditampung dalam bak terbuka.
Sebelumnya pancuran dan bak penampung air berada di bagian belakang masjid Baiturrahim lama yang dibangun Abdurrauf, Datuk Singkil bersama rakyatnya tahun 1909 Masehi.
Belakangan masjid bersejarah itu diruntuhkan, setelah bangunan masjid baru yang ada di belakangnya difungsikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sumur-bor-berusia-113-tahun-di-pinggir-jalan-kawasan-Desa-Pasar-Singkil-Aceh-Singkil.jpg)