Breaking News:

Internasional

Erdogan Akan Temui Presiden Rusia di Astana, Berharap Dapat Satukan Dengan Volodymyr Zelenskyy

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela pertemuan puncak regional di ibu kota Kazakh, Astana, peka

Editor: M Nur Pakar
AFP
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan 

SERAMBINEWS.COM, ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela pertemuan puncak regional di ibu kota Kazakh, Astana, pekan ini.

Seorang pejabat Turki kepada AFP, Selasa (11/10/2022) mengatakan pertemuan itu awalnya akan diadakan pada Rabu (12/10/2022).

Tetapi tampaknya Erdogan kemungkinan akan bertemu dengan Putin pada Kamis (13/10/2022).

Erdogan dijadwalkan terbang ke Astana pada Rabu (12/10/2022) untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Kazakh Kassym-Jomart Tokayev.

Turki, yang tetap netral selama konflik di Ukraina, memiliki hubungan baik dengan dua tetangganya di Laut Hitam, Rusia dan Ukraina.

Erdogan belum mengomentari serangan massal Rusia di seluruh Ukraina pada Senin (10/10/2022).

Baca juga: Pengadilan Turki Tunda Adili Wali Kota Populer Istanbul, Sempat Kalahkan Erdogan Dalam Survei 2019

Menurut layanan darurat Ukraina menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai lebih dari 100 orang.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengadakan panggilan telepon dengan timpalannya dari Ukraina Dmytro Kuleba setelah serangan itu.

Erdogan bertemu Putin di sela-sela KTT regional di Uzbekistan bulan lalu.

Pemimpin Turki itu masih berharap untuk menyatukan Putin dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Sehingga, akan dapat mengadakan pembicaraan gencatan senjata yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak, tetapi menurut Turki penting dan realistis.

Anggota NATO Turki itu telah menahan diri dari bergabung dengan sanksi Barat terhadap Rusia.

Baca juga: Turki Tuduh AS Bantu Persenjataan Kurdi di Suriah, Bunuh Polisi Negaranya di Perbatasan Selatan

Erdogan ingin meningkatkan perdagangan dengan Moskow saat mencoba menstabilkan ekonomi Turki yang terpukul menjelang pemilihan Juni 2023.

Bulan lalu, Ankara tunduk pada tekanan Amerika Serikat dan mengkonfirmasi tiga bank Turki terakhir yang masih memproses pembayaran kartu Rusia menarik diri.

Keputusan itu menyusul berminggu-minggu peringatan yang semakin blak-blakan dari Washington.

Dimana, Turki harus membatasi hubungan ekonomi dengan Rusia atau menghadapi ancaman sanksi keras dari AS.(*)

Baca juga: Kebencian Warga Turki Semakin Tinggi, Pengungsi Suriah Bentuk Kafilah Cahaya Menuju Yunani

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved