Rabu, 3 Juni 2026

Penyakit Misterius

Penyakit Gagal Ginjal Misterius Serang Anak-anak, Dinas Kesehatan Aceh Sedang Telusuri

Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI dr Eka Laksmi Hidayati, SpA(K) mengatakan, ada 14 provinsi yang melaporkan kejadian tersebut.

Tayang:
For Serambinews.com
TIM Transplantasi Ginjal RSUDZA Banda Aceh dibantu para ahli dari RSCM Jakarta melakukan operasi cangkok ginjal terhadap pasien gagal ginjal, beberapa waktu lalu. 

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan sampai Oktober 2022 ada 131 kasus gagal ginjal akut misterius terjadi pada anak di Indonesia.

Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI dr Eka Laksmi Hidayati, SpA(K) mengatakan, ada 14 provinsi yang melaporkan kejadian tersebut.

"Sampai 10 Oktober ini, memang ada 14 IDAI cabang yang melaporkan kasus seperti ini, yang tipikalnya adalah acute kidney injure tanpa ada penyebab yang jelas dan jumlahnya ada 131," kata dokter Eka, Rabu (12/10/2022).

Adapun 14 provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Kepri, Papua Barat, dan NTT.

IDAI mencatat terjadi lonjakan kasus dalam dua bulan terakhir, dimana pada Agustus ada 35 kasus, kemudian September meningkat jadi 71 kasus, serta Oktober ini sampai tanggal 11 ini 9 kasus.

"Mudah-mudahan kasus ini nanti yang sudah menurun dan bisa hilang," imbuh dia.

Baca juga: AHY Nilai Masyarakat di Era Jokowi Hidup Dalam Kesulitan, PAN: Tidak Elok dan Tidak Bijak

Baca juga: YARA Dorong Pj Bupati Nagan Raya dan Pj Aceh Barat Tingkatkan Pelayanan Publik

Baca juga: Arab Saudi Kurangi Produksi Minyak, Ketua Senat AS Desak Pemerintah Bekukan Kerjasama


Sementara itu, mengingat Aceh juga dilaporkan memiliki anak-anak yang terserang penyakit ginjal misterius, Serambi menanyakan masalah ini ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh. Ternyata Dinkes Aceh juga saat ini sedang menelusuri kasus tersebut.

“Mohon maaf sedang kami telusuri ya,” kata dr Iman Murahman, Kabid P2P Dinas Kesehatan Aceh, kepada Serambi, Rabu (12/10/2022).


Pada umumnya penyakit ini terbanyak pada anak-anak balita namun ada juga usia sampai 8 tahun seperti yang terjadi di DKI Jakarta. Sementara di luar Jakarta kurang lebih sama, usia di bawah 5 tahun juga ada sampai belasan tahun.

"Kalau di Jakarta kami belum mendapatkan pasien di atas 8 tahun," imbuh dokter Eka.


Sampai saat ini, IDAI masih terus melakukan investigasi terkait penyebab pasti penyakit gagal ginjal akut misterius pada anak ini. "Kami betul-betul belum bisa menyimpulkan hasil investigasi yang sudah banyak kami lakukan," ungkap dia.

Dokter Eka memaparkan, secara umum tanda terkena gangguan ginjal akut misterius diawali dengan gejala infeksi seperti batuk, pilek atau diare serta muntah. Infeksi ini tidaklah berat, bukan tipikal infeksi yang kemudian harusnya menyebabkan acute kidney injury secara teoritis di kedokteran.

"Jadi itulah yang membuat kami heran hanya beberapa hari timbul batuk, pilek, diare atau muntah dan demam kemudian dalam 3 sampai 5 hari mendadak tidak ada urine," ujar Dokter Eka.

Ia menuturkan, keluhan terbanyak yang datang dari pasien adalah volume urine sangat berkurang sampai tidak sama sekali mengeluarkan urine.

Baca juga: Nadiem Makarim Beri Sinyal PBM Tatap Muka Terbatas, Tapi IDAI belum Rekomendasikan, Ini Alasannya

Baca juga: KPK Gelar Bimtek kepada Pejabat dan Istri di Aceh, Sekda: Budayakan Antikorupsi Sejak dari Keluarga

Baca juga: Presiden UEA Serukan Presiden Rusia Bersedia Berdialog Untuk Akhiri Perang Ukraina

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved