Panglima Laot
Atasi Banyak Persoalan Nelayan, Ketua Harian Panglima Laot Aceh Diminta Lakukan Rapat Pengurus
Menurut Badruddin, rapat penggurus Panglima Laot Aceh sangat penting untuk membicarakan isu isu strategis yang dihadapi nelayan selama ini di Aceh sep
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM BIREUEN - Kepengurusan Panglima Laot Aceh periode 2017-2023 sejak ditinggalkan almarhum T Bustaman dijabat Ketua Harian PW Baharuddin untuk menjalankan tugas organisasi.
Wakil Ketua Panglima Laot Aceh Badruddin Yunus SH yang juga panglima Laot Bireuen dalam rilis kepada Serambinews.com, Kamis (13/10/2022) malam mengatakan untuk menjalankan organisasi besar bagi nelayan diharapkan pengurus segera menggelar rapat konsolidasi lembaga pasca ditinggalkan almarhum T Bustaman.
Menurut Badruddin, rapat penggurus Panglima Laot Aceh sangat penting untuk membicarakan isu isu strategis yang dihadapi nelayan selama ini di Aceh seperti permasalahan BBM atau Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan atau Kartu Kusuka.
Banyak nelayan mengeluh terbatasnya ketersediaan solar bagi nelayan di Aceh berdampak terhadap aktivitas nelayan. Biasanya para nelayan membeli ke pengecer.
• Haji Uma: Nelayan yang Ditangkap di Thailand Didampingi Konsulat RI, Panglima Laot Himpun Identitas
"Karena kalau tidak ada solar, kapal tidak bisa jalan. Nelayan tidak bisa melaut, dan itu harus menjadi kepedulian Panglima Laot Aceh yang saat ini dipimpin PW Baharuddin, maka perlu rapat pengurus," ujarnya.
Di samping masalah BBM tambahnya, masyarakat nelayan Aceh juga masih terkendala memiliki kartu Kusuka yang dapat digunakan sebagai identitas tunggal pelaku usaha kelautan dan perikanan.
Kemudian, orang yang berhak memiliki kartu tersebut adalah nelayan, pembudidaya ikan, petambak garam, pemasar ikan, pengolah ikan dan pengusaha jasa pengiriman hasil perikanan.
Bahkan sekarang ini kartu Kusuka telah menjadi syarat mutlak bagi calon penerima bantuan pemerintah yang disalurkan melalui KKP dan itu harus menjadi perhatian panglima laot Aceh.
• Sukses Tangkap Kapal Pengebom Ikan, Personel Polres Simeulue dan Panglima Laot Terima Penghargaan
Selain menjadi identitas pelaku usaha kelautan dan perikanan, Kartu Kusuka juga berfungsi sebagai basis data untuk memudahkan perlindungan dan pemberdayaan nelayan.
Badruddin berharap agar program prioritas penguatan hukum adat juga harus diperhatikan agar konflik antar nelayan dapat diselesaikan secara adat dan tidak akan mewariskan dendam sesama nelayan.
Ditambahkan, ketua harian diharapkan dapat bersinergi dan membangun kerja sama dengan seluruh pengurus panglima Laot seluruh Aceh, menggelar rapat pengurus untuk menyikapi berbagai permasalahan para nelayan.
"Kita harus ingat bahwa mewujudkan kesejahtraan nelayan Aceh 100 persen harus menjadi misi dan cita cita bersama," ujar Badruddin.(*)
• Survei: Mayoritas Warga Aceh Singkil tak Puas dengan Kinerja 14 Kepala Dinas, Ini Data Lengkapnya
• Dua Siswa Gayo Lues Wakili Aceh di Final Toyota Eco Youth
• Tingkatkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan, Pegawai Pemkab Aceh Singkil Ditatar Bimtek