Breaking News
Senin, 13 April 2026

Internasional

Ketegangan Meningkat di Jerusalem Timur, Pemuda Palestina Serbu Pemukiman Yahudi

Ketegangan terus meningkat di seluruh wilayah Jerusalem Timur dalam beberapa hari terakhir ini.

Editor: M Nur Pakar
AFP/JAAFAR ASHTIYEH
Dua pria bersenjata Palestina berpatroli untuk mengamankan proses pemakaman dua pria yang tewas ditembak tentara Israel di Kota Jenin, Tepi Barat, Jumat (14/10/2022). 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Ketegangan terus meningkat di seluruh wilayah Jerusalem Timur dalam beberapa hari terakhir ini.

Para pemuda Palestina menyerbu kawasan pemukiman Yahudi, sehingga bentrok dengan polisi Israel yang dimulai pada Rabu (12/10/2022) malam.

Bentrokan meletus di seluruh lingkungan Jerusalem Timur yang menjadi kerusuhan paling sengit yang pernah terjadi di kota yang diperebutkan itu dalam beberapa bulan terakhir ini.

Ketegangan di Jerusalem Timur telah meningkat dalam minggu ini karena polisi dan pasukan keamanan Israel terus melakukan operasi pemburuan pelaku penembakan mematikan awal pekan ini.

Serangan itu menewaskan seorang tentara Israel yang berada di pos pemeriksaan militer pada Senin (10/10/2022).

Baca juga: Tentara Israel Tewas di Pos Pemeriksaan Jerusalem, Balas Tewasnya Dua Remaja Palestina

Bentrokan itu tampaknya sempat mereda pada Kamis (13/10/2022) pagi, saat puluhan ribu kaum Yahudi berbondong-bondong ke Jerusalem untuk merayakan liburan Sukkot selama seminggu.

Dilansir AFP, pada Jumat (14/10/2022) pasukan keamanan Israel menembak dua warga Palestina.

Korban berjatuhan saat pasukan keamanan Israel menyerbu Kota Jenin, Tepi Barat.

Polisi Israel mengatakan telah menangkap 23 orang setelah konfrontasi, setengah dari mereka di bawah umur.

Polisi mengatakan pengunjuk rasa bertopeng melemparkan bom molotov dan batu serta kembang api ke arah petugas.

Rekaman video yang dirilis oleh polisi Israel menunjukkan sebuah jalan yang dipenuhi dengan sisa pembakaran dan tempat sampah dibakar.

Baca juga: Palestina Minta AS Tekan Israel, Atau Akan Menghancurkan Semuanya

Polisi mengatakan dalam beberapa kasus, petugas menggunakan tembakan langsung terhadap para pengunjuk rasa, tetapi tidak ada laporan langsung tentang cedera.

Perburuan polisi telah melumpuhkan kehidupan penghuni kamp pengungsi Shuafat di pinggiran Jerusalem.

Sebuah lingkungan yang sulit dijangkau dan telah lama diabaikan oleh pihak berwenang Israel.

Polisi awalnya menutup pintu masuk dan keluar di lingkungan itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved