Kupi Beungoh
Iskada dan Masjid Raya Baiturrahman
Pembentukan Iskada merupakan gagasan dari beberapa ulama yang ada di Banda Aceh, setelah melakukan musyawarah di Masjid Raya Baiturahman.
KUPI BEUNGOH
Iskada dan Masjid Raya Baiturrahman
Oleh HM Ahsan Jass *)
IKATAN Siswa Kader Dakwah (Iskada) lahir di ibukota Provinsi Aceh, tepatnya di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Pembentukan Iskada merupakan gagasan dari beberapa ulama yang ada di Banda Aceh, setelah melakukan musyawarah di Masjid Raya Baiturahman.
Musyawarah ini bertujuan untuk mengantisipasi pihak-pihak yang berusaha melakukan penghancuran moral generasi muda sekaligus menjauhkannya dari iman dan Islam.
Pada tanggal 5 Februari 1973 bertepatan 1 Muharram 1393 H Iskada resmi dibentuk.
Pada saat itu, Iskada menjadi wadah atau organisasai kepemudaan yang diharapkan dapat membentengi generasi muda dari arus aliran global yang merusak, yang dengan sengaja dimasukkan dari luar untuk menghancurkan moral generasi muda Islam.
Keberadaan Iskada di (Menara Selatan) Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh merupakan satu catatan penting sejarah bagi Aceh.
Iskada lah pada saat itu yang dapat menghimpun generasi muda terpelajar dari berbagai latar belakang pendidikan.
Kemudian oleh pengurus Masjid Raya Baiturrahman lah, Iskada diberikan sebuah kamar di Menara Selatan Masjid Raya Baiturrahman sebagai pusat kegiatan dakwah.
Kamar itu yang kemudian disebut Sekretariat telah dimanfaatkan Iskada selama puluhan tahun sebagai pusat kegiatan Iskada dan dakwah.
Dari mulai pelatihan dan pengkaderan yang sekarang di kenal Latihan Kader Dasar (LKD), Latihan Kader Menengah (LKM) dan Latihan Kader Instruktur (LAKIT).
Maka dari itu, harapan kita kepada Pengurus Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh atau UPTD agar dapat terus memberikan Sekretariat Iskada di Menara Selatan Masjid Raya Baiturrahman seperti amanah para ulama dan tokoh Aceh sejak tahun 1973.
Dan kami pun merasa gembira bila pengurus juga memberikan kamar yang terpisah kepada Remaja Masjid Raya Baiturrahman, dengan harapan remaja masjid dan Iskada bisa bersinergi menggalang kegiatan dakwah Islamiyah.
Demikian selayang pandang bagaimana hubungan emosional tempoe doeloe antara MRB dan Iskada. Dan semoga kini kita dapat merajut kembali dengan penuh hikmah.
*) Penulis adalah anggota Iskada angkatan pertama, tahun 1973.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggungjawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hm-ahsan-jass_2.jpg)