Berita Aceh Tamiang

Mangkrak Selama 4 Tahun, Stadion Tamiang Jadi Tempat Gembala Ternak

Bangunan terbengkalai ini menyebabkan kondisinya tidak terawat baik, sehingga kerap dimasuki ternak sapi dan kambing.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Kondisi stadion di Aceh Tamiang terlihat kumuh dan berlumut, Selasa (18/10/2022). Bangunan ini mangkrak sejak 2018 dan saat ini kerap menjadi lahan gembala ternak. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pembangunan stadion di Kabupaten Aceh Tamiang terhenti sejak 2018.

Bangunan terbengkalai ini menyebabkan kondisinya tidak terawat baik, sehingga kerap dimasuki ternak sapi dan kambing.

Kumuhnya bangunan stadion ini tidak bisa disembunyikan karena berada di persis di pinggir jalan lintas Medan-Banda Aceh, persisnya di Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamiang.

Kondisi tribun bukan hanya sudah telihat kusam, tapi juga sudah dipenuhi lumut.

Diketahui pembangunan stadion ini dimulai tahun 2009 secara bertahap.

Pada tahun 2018, pembangunan fisik stadion dilakukan menggunakan dana Otonomi Khusus sebesar Rp 3 miliar.

Baca juga: Rp 7,8 Miliar untuk Stadion Tamiang  

Selepas itu, progres pembangunan terhenti sehingga fungsi stadion belum berjalan sepenuhnya.

“Masih banyak yang perlu dibenahi karena progresnya baru 40 persen,” kata Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Kadisparpora) Aceh Tamiang, Muslizar, Selasa (18/10/2022).

Saat ini, stadion hanya memiliki satu tribun dan belum dilengkapi pagar keliling.

Ini membuat ternak sapi dan kambing yang dilepas warga bebas masuk.

Bahkan, bukan hal aneh bila melihat kawanan kambing memenuhi tribun stadion.

Keberadaan hewan ternak ini berbaur dengan masyarakat yang melakukan jogging dan anak-anak sekolah sepak bola yang berlatih setiap sore di stadion.

Baca juga: Aset Terbengkalai, Tim Provinsi Siap Rampungkan Pembangunan Stadion Tamiang

Mirisnya, kondisi stadion yang belum layak dipakai ini sudah sering digunakan untuk turnamen besar yang melibatkan tim dari berbagai daerah.

“Untuk saat ini kita memang belum memiliki alternatif lain, makanya mau tak mau stadion ini tetap digunakan dengan serba fasilitasnya yang serba minim,” kata Muslizar.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved