Internasional

Siswi Iran Tolak Nyanyikan Lagu Mendukung Pemerintah, Dipukul Sampai Mati Oleh Pasukan Keamanan

Seorang siswi Iran dilaporkan tewas setelah menolak menyanyikan lagu yang mendukung rezim pemerintah di ruang kelasnya, Teheran.

Editor: M Nur Pakar
()
Ilustrasi pemukulan siswi Iran sampai berdarah-darah oleh pasukan keamanan. 

“Saya tidak diizinkan pergi ke sekolah karena orang tua saya mengkhawatirkan hidup saya."

"Tapi apa yang berubah?

"Rezim terus membunuh dan menangkap siswi."

“Apa gunanya saya jika saya hanya duduk dan marah di rumah?

"Saya dan rekan-rekan mahasiswa di seluruh Iran telah memutuskan memprotes di jalan-jalan minggu ini."
"Aku akan melakukannya bahkan jika sekarang aku harus menyembunyikannya dari orang tuaku.”

Wanita lain, yang diidentifikasi sebagai Nergis, mengatakan kepada ditembak dengan peluru karet setelah melakukan protes setelah kematian Panahi.

Selain kematian dua siswi Iran lainnya, Nika Shahkarami yang berusia 17 tahun dan 16 tahun, Sarina Esmailzadeh.

Baca juga: 800 Dokter Iran Tuduh Kepala Dewan Medis Tutupi Penyebab Pasti Kematian Mahsa Amini

“Saya tidak memiliki satu pun kerabat di Ardabil,” kata Nergis.

“Tetapi dengan tindakan brutal terhadap saudari kita, yang baru berusia 16 tahun, mereka telah membangunkan seluruh negeri," ujarnya.

“Kami tidak pernah tahu kami begitu bersatu di seluruh wilayah Baloch serta wilayah Kurdi," tambahnya.

"Dunia telah mendengar tentang Nika, Sarina dan Asra, tetapi ada begitu banyak anak tanpa nama lainnya yang tidak kita ketahui," ungkapnya.

Nergis mengatakan Republik Islam Iran telah membunuh rakyat selama 40 tahun.

"Ttapi suara kami tidak terdengar dan biarkan dunia tahu, ini bukan lagi protes, karena kami menyerukan revolusi," harapnya.

"Sekarang Anda semua mendengarkan suara kami, kami tidak akan berhenti," tegasnya.(*)

Baca juga: Pemerintah Iran Tuding Separatis Etnis Kurdi Irak Ikut Sebar Demonstrasi Nasional

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved