Breaking News:

Berita Abdya

Pasca Naik Harga, BBM Subsidi Malah Sering Langka pada SPBU di Abdya, Dewan: Jangan Persulit Rakyat

"Hari ini, minyak masuk, ratusan kendaraan terlihat antri panjang di sejumlah SPBU di Abdya," kata Umar, salah seorang sopir truk tujuan Medan.

Penulis: Taufik Zass | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Sejumlah kendaraan mengantri BBM di SPBU di pantai barat selatan Aceh, Rabu (19/10/2022). 

Laporan Taufik Zass | Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak ( BBM) tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah distribusi BBM ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Akibatnya, saat ini BBM subsidi malah semakin sering langka di sejumlah SPBU di wilayah pantai barat selatan Aceh.

Informasi yang diterima Serambinews.com pada Selasa (18/10/2022) kemarin, BBM sempat putus di sejumlah SPBU di Abdya.

Akibatnya, sejumlah sopir angkutan barang terpaksa menunda keberangkatan.

"Hari ini, minyak masuk, ratusan kendaraan terlihat antri panjang di sejumlah SPBU di Abdya," kata Umar, salah seorang sopir truk tujuan Medan kepada Serambinews.com, Rabu (19/10/2022).

Menyikapi sering terjadinya kelangkaan BBM pasca kenaikan harga tersebut, Ketua DPD Partai NasDem Abdya, Yusran kepada Serambinews.com berharap kepada pemerintah untuk segera memberi solusi terkait persoalan kelangkaan BBM tersebut.

Baca juga: Kesulitan Dapatkan BBM, Pemerintah Diminta Tambahkan SPBN di Pelabuhan Perikanan

"Kondisi seperti ini sangat dikeluhkan masyarakat karena bisa menghambat kelancaran ekonomi mereka, terutama mereka yang bergerak pada jasa angkutan," kata Ketua DPD Partai NasDem Abdya, Yusran, Rabu (19/10/2022) malam.

Anggota DPRK Abdya ini mengungkapkan, kelangkaan BBM tidak hanya terjadi di SPBU yang ada di Kabupaten Aceh Barat Daya, namun hampir menyeluruh di pantai barat selatan (Barsela) Aceh.

"Pemerintah tidak boleh membiarkan keadaan seperti ini. Antrian hampir menyeluruh di setiap SPBU di Barsela, karena langka BBM," urai dia.

"Malahan banyak mobil menunda keberangkatan karena tidak ada BBM," ungkap Yusran yang saat itu mengaku sedang berada di Subulussalam.

Menurutnya, jika BBM sering langka sama halnya pemerintah semakin mempersulit perekonomian masyarakat.

Sebab kenaikan harga BBM saja, menurut Yusran, sudah ‘mencekik’ rakyat, ditambah lagi dengan sering terjadinya kelangkaan BBM.

Baca juga: Puluhan Kendaraan Antre BBM di SPBU Abdya

"Harga mahal, BBM juga sering langka. Pemerintah tak boleh membiarkan kondisi ini berlarut," tukas Yusran.

Sebab, lanjut Yusran, jika kelangkaan BBM terus berlanjut, maka program pemerintah untuk pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19, sama juga bohong.

"Jadi slogan "Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”, sama halnya pepesan kosong, karena di satu sisi masyarakat semakin dipersulit untuk mendapatkan BBM," paparnya.(*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved