Mihrab

Politik ala Rasulullah

Banyak sejarah yang diabadikan dalam sirah nabawiyah tentang kesuksesan Rasulullah SAW dalam siyasah/politik menggapai keberhasilan dakwah.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Taufik Hidayat
FOR SERAMBINEWS.COM
Banyak sejarah yang diabadikan dalam sirah nabawiyah tentang kesuksesan Rasulullah SAW dalam siyasah/politik menggapai keberhasilan dakwah. 

Yaitu siapapun orang yang paling awal hadir ke Masjidil Haram esok harinya maka ialah yang berhak meletakan batu tersebut pada posisinya.

Baca juga: Bisa dapat Pahala! Inilah 4 Amalan Istimewa di Hari Jumat, Berdoa hingga Membaca Surah Al Kahfi

Ternyata sosok yang awal ke masjid adalah Nabi Muhammad Saw. Beliau dengan bijak berkata pada mereka, “Berikan padaku sebuah kain”.

Lalu didatangkanlah kain kepadanya, kemudian beliau mengambil Hajar Aswad dan menaruhnya dalam kain itu dengan tangannya.

Lalu beliau berkata, ”Hendaklah setiap qabilah memegang sisi-sisi kain ini, kemudian angkatlah bersama-sama!”.

Konsep kebersamaan dan kesamaan hak dan kewajiban menjadi misi esensi Rasulullah bagi peradaban umat manusia.

Membangun sebuah negara dan bangsa harus berdasarkan dukungan semua pihak. Tak akan pernah sukses perjuangan serta kepemimpinan seseorang selama tindakannya adalah one man show atau jalan sendiri apalagi berdasarkan semangat primordial belaka.

Selaksa historis lain yang menggambarkan politek ala Rasulullah yang santun, lembut dan penuh hikmah dalam mewujudkan misi suci diinul haq.

Hanya dalam kurun waktu relatif singkat keberhasilan ini dicapai berkat kepiawaian Nabi Muhammad dalam berpolitik, ditambah dengan budi pekerti dan kebijaksanaannya dalam menghadapi berbagai persoalan di berbagai lini, baik agama, sosial maupun politik.

Sebagai seorang Muslim yang akan menjadi pemimpin, baik dalam skala kecil seperti keluarga maupun dalam skala besar seperti menjadi pemimpin daerah bahkan negara, sikap dan etika politik yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad selama kepemimpinannya perlu kita teladani untuk membangun masyarakat madani dengan berlandaskan nilai-nilai keadilan, persatuan, toleransi, dan persaudaraan.

(Serambinews.com/Sara Masroni)

BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved