Kamis, 4 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Ratusan Peserta Antusias Ikuti Seminar Nasional UBBG

Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh menggelar seminar nasional di plenary hall kampus setempat pada Rabu-Kamis

Tayang:
Editor: bakri
For: Serambinews.com
Peserta tampak serius mengikuti Seminar Nasional yang digelar Universitas Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh pada Rabu (19/10/2022). 

BANDA ACEH - Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh menggelar seminar nasional di plenary hall kampus setempat pada Rabu-Kamis (19-20/10/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri mahasiswa, guru, kepala sekolah dan praktisi.

Kegiatan yang dibuka oleh Rektor UBBG Dr Lili Kasmini SSi MSi ini mengangkat tema "Bangkitkan Pendidikan, Teknologi, dan Kesehatan Lebih Cepat untuk Indonesia Lebih Kuat".

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII Aceh Dr Ir Rizal Munadi MM MT menjadi keynote speaker pada kegiatan dimaksud.

Sedangkan narasumber seminar yaitu Suhartini SKp MNS PhD dari Universitas Diponegoro, Dr Ramzi Adriman ST MSc dari Universitas Syiah Kuala (USK), dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri SPd MPd.

Rektor UBBG Lili Kasmini dalam sambutannya menyatakan pelaksanaan seminar nasional tercetus mengingat pentingnya sebuah gebrakan besar dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan teknologi.

Tiga aspek ini menjadi pilar utama dalam meningkatkan pelayanan masyarakat.

"Ketiga aspek ini juga bersinergi dalam membangun sebuah peradaban dan budaya masyarakat yang bermartabat.

UBBG merupakan salah satu perguruan tinggi unggul di Aceh yang mempunyai misi yang besar dalam meningkatkan SDM di bidang teknologi, pendidikan, dan kesehatan," katanya.

Sementara Kepala LLDikti Wilayah XIII Aceh Rizal Munadi dalam kesempatan itu menyampaikan tentang potret pendidikan tinggi di Aceh.

Baca juga: 274 Lulusan Fakultas Sains Teknologi dan Ilmu Keperawatan UBBG Diyudisium

Baca juga: Luar Biasa, Dua Mahasiswa UBBG Raih Medali Emas Kejuaraan Nasional Karate Wadokai di Jakarta

Menurutnya, banyak pendidikan tinggi di Aceh yang masih bermasalah dengan akreditasi, pelayanan, pencapaian mahasiswa, jabatan fungsional dosen, penelitian dan pengabdian, dan lain sebagainya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri selaku pemateri pertama memaparkan bahwa dunia pendidikan saat ini berubah begitu dinamis.

Sistem dan kurikulumpun terus berganti, sehingga penyelenggara pendidikan harus mampu menyesuaikan dan beradaptasi dengan berbagai perubahan.

"Sekarang sudah ada program merdeka belajar yang digagas oleh Mendikbud Nadiem Makarim.

Apakah kita mampu mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar tersebut mengingat sistem dan program yang digagas terkadang tidak korelatif dengan kenyataan di lapangan," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved