Kamis, 23 April 2026

Internasional

Presiden Ukraina Minta Barat Peringatkan Rusia, Tidak Ledakkan Bendungan Besar

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Jumat (21/10/2022) minta Barat agar memperingatkan Rusia tidak meledakkan bendungan besar di Ukraina selatan.

Editor: M Nur Pakar
AFP
bendungan besar Nova Kakhovka di Kherson, Ukraina. 

SERAMBINEWS.COM, KHERSON - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Jumat (21/10/2022) minta Barat agar memperingatkan Rusia tidak meledakkan bendungan besar di Ukraina selatan.

Seruan itu datang saat pasukannya bersiap untuk mendorong pasukan Moskow dari Kherson dalam salah satu pertempuran paling penting dalam perang.

Dalam pidato televisi, Zelensky mengatakan pasukan Rusia telah menanam bahan peledak di dalam bendungan besar Nova Kakhovka.

Dilansir AFP, bendungan itu berfungsi menahan reservoir besar yang mendominasi sebagian besar Ukraina selatan, dan Rusia berencana untuk meledakkannya.

“Sekarang semua orang di dunia harus bertindak dengan kuat dan cepat untuk mencegah serangan teroris Rusia yang baru. Menghancurkan bendungan berarti bencana skala besar,” katanya.

Rusia menuduh Kiev awal pekan ini meroket bendungan dan berencana untuk menghancurkannya.

Baca juga: Silvio Berlusconi Tuduh Presiden Volodymyr Zelenskyy Sebagai Dalang Perang Ukraina Tanpa Akhir

Tetapi, pejabat Ukraina mengatakan Moskow mungkin akan meledakkannya dan menyalahkan Kiev.
Tidak ada pihak yang memberikan bukti untuk mendukung tuduhan mereka.

Dnipro yang luas membelah Ukraina dan lebarnya beberapa km di beberapa tempat.

Meledaknya bendungan dapat mengirim tembok air membanjiri permukiman di bawahnya, menuju kota Kherson, yang diharapkan pasukan Ukraina dapat direbut kembali.

Juga akan menghancurkan sistem kanal yang mengairi sebagian besar Ukraina selatan, termasuk Krimea, yang direbut Moskow pada 2014.

Peringatan itu menggemakan bencana Perang Dunia Kedua di bendungan besar lainnya di hulu.

Menurut para sejarawan Ukraina diledakkan oleh penjinak ranjau Soviet saat pasukan mereka mundur, menyebabkan banjir yang menyapu desa-desa dan menewaskan ribuan orang.

Zelensky meminta para pemimpin dunia untuk menjelaskan meledakkan bendungan akan diperlakukan sama persis dengan penggunaan senjata pemusnah massal.

Baca juga: Iran Marah, Kirim Senjata ke Rusia Dapat Sanksi, Uni Eropa dan AS Bantu Ukraina Tanpa Sanksi Apapun

Ditambahkan, ada konsekuensi yang sama dengan yang terancam jika Rusia menggunakan senjata nuklir atau kimia.

Sementara itu, salah satu pertempuran paling penting dari perang delapan bulan itu akan segera terjadi di dekat bendungan saat pasukan Ukraina bergerak maju di sepanjang tepi barat sungai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved