Rabu, 6 Mei 2026

Berita Jakarta

133 Anak Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal Akut

Ginjal akut pada anak melonjak sejak Agustus 2022 dengan 36 kasus, September 2022 terjadi 78 kasus, dan pertengahan Oktober 2022 110 kasus

Tayang:
Editor: bakri
133 Anak Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal Akut - Soliha-menunjukan-foto-almarhumah-si-bungsu-Azqiara-Anindita-Nuha-semasa-hidup.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Soliha menunjukan foto almarhumah si bungsu Azqiara Anindita Nuha semasa hidup, Jumat (21/10/2022). Duka mendalam tengah dirasakan Soliha, Putri bungsunya Azqiara Anindita Nuha yang baru berusia 3,8 tahun meninggal akibat gagal ginjal akut. (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)
133 Anak Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal Akut - Dwy-Septiana-32-ibu-dari-AP-balita-penderita-gagal-ginjal-akut-di-RSCM.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Dwy Septiana (32) ibu dari AP, balita penderita gagal ginjal akut di RSCM, Jakarta Pusat pada Jumat (21/10/2022).

Menkes juga menyebut sudah ada 133 anak meninggal dunia karena gagal ginjal akut.

"Sampai sekarang sudah ada laporan 241 kasus gangguan ginjal akut proegresif atipikal atau (AKI) di 22 provinsi.

Dengan 133 kasus kematian atau 55 persen dari total kasus," ujar Menkes.

Lebih lanjut Menkes menyebutkan jika kasus gagal ginjal akut sebagian besar menyerang balita dengan kisaran usia di bawah lima tahun.

Sedangkan untuk gejala klinis yang muncul dimulai dengan demam, hingga kehilangan nafsu makan.

Sedangkan gejala yang spesifik terkait ginjal adalah berkurangnya buang air kecil, atau pasien sama sekali tidak bisa buang air kecil.

Sementara itu Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Lies Dina Liastuti mengungkapkan, pasien gangguan gagal ginjal akut yang dirujuk ke RSCM sudah dalam keadaan tidak buang air kecil.

"Saat datang sudah (dalam kondisi) lanjut semua, tidak bisa kencing," ungkapnya.

Menurut Lies, saat tubuh tidak lagi mengeluarkan urin, maka ginjal berhenti berfungsi.

Situasi ini harus segera diatasi agar tubuh bisa mengeluarkan sampah metabolisme lewat urine, sehingga tidak menyimpan bahan berbahaya dalam tubuh.

Lebih lanjut, Lies menginformasikan pasien didominasi oleh balita.

Baca juga: Dwy Septiana Tak Menyangka Anaknya Didiagnosis Gagal Ginjal Akut, Kini Harus Cuci Darah di RSCM

Untuk yang termuda berusia 8 bulan, sedangkan tertua berumur 8 tahun.

"Mereka sebelumnya ada demam.

Lalu ada gejala diare, batuk, pilek, dan saluran pernafasan.

Semuanya sudah ke dokter sebelumnya, jadi mereka sudah diobati di tempat sebelumnya," papar Lies.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved