Berita Aceh Tamiang
Disambut Meriah di Aceh Tamiang, Pj Gubernur Aceh Minta Maaf
Kunjungan kerja perdana Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki ke Aceh Tamiang mendapat sambutan meriah, Sabtu (22/10/2022)
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Kunjungan kerja perdana Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki ke Aceh Tamiang mendapat sambutan meriah, Sabtu (22/10/2022).
Achmad Marzuki pun minta maaf karena telah membuat repot di hari libur kerja.
Kunjungan kerja Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki ini dipusatkan di pendopo Bupati Aceh Tamiang.
Rombongan ini tiba sekira pukul 13.00 WIB atau telat dua jam dari jadwal yang telah disusun.
Selain disambut seluruh unsur Forkopimda Aceh Tamiang, seluruh camat, seluruh datok penghulu dan tokoh masyarakat, Achmad Marzuki juga disambut dengan tarian dan pantun khas melayu serta dipeusijuek.
Sambutan meriah ini ternyata di luar perkiraan Marzuki.
“Saya tidak menyangka disambut begini, saya berpikir hanya melihat apa yang dilaporkan bupati,” kata Marzuki.
Baca juga: Aparat Polres Langsa Evakuasi Lansia yang Rumahnya Terendam Banjir
Marzuki lantas menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh undangan yang hadir.
Dia merasa kehadirannya di Aceh Tamiang telah mengganggu hari libur.
“Gak tega saya, ini kan hari libur. Sekali lagi saya minta maaf karena merepotkan bapak ibu semua,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu Bupati Aceh Tamiang, Mursil menyampaikan beberapa pesan warga dan datok penghulu yang ditujukan kepada Pj Gubernur Aceh.
Beberapa pesan tersebut berkaitan dengan kondisi tanggul di Kecamatan Bendahara.
Mursil pun menyinggung kalau tanggul ini pernah ditinjau oleh Forkopimda Aceh pada 2020, termasuk Achmad Marzuki yang ketika itu masih Pangdam Iskandar Muda.
“Sudah ada anggaran Rp 1,9 miliar, tapi ini tidak cukup,” kata Mursil.
Kondisi banjir di wilayah ini diakuinya harus segera diatasi dengan membangun tanggul yang sempurna.
Dampak banjir di wilayah ini disebut Mursil sudah menjangkau empat kampung.
Baca juga: Tiga Rumah di Kampung Serba Aceh Tamiang Tertimbun Longsor, Pemerintah Antisipasi Longsor Susulan
“Hari ini bukan cuma rumah, tapi sawah juga terendam. Kalau sudah sawah yang direndam, ini menyangkut ekonomi rakyat pak,” kata Mursil.
Kondisi stadion dan pembangunan jalan poros Aceh Tamiang - Aceh Timur juga mendapat desakan kuat dari masyarakat.
Ditegaskan Mursil, pembangunan stadion sudah mangkrak delapan tahun, sedangkan jalan poros baru terlaksana 15 kolimeter dari total 43 kilometer.
Terkait usulan ini, Achmad Marzuki sudah mencatatnya dia mengungkapkan bisa diwujudkan.
“Sudah dicatat di pendopo, mudah-mudahan bisa,” kata Marzuki. (*)
Baca juga: Kisah Pilu Keluarga Safaruddin, Rumah Tertimbun Longsor, Tarik Anak dan Istri Melewati Reruntuhan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pj-Gubernur-Aceh-datang-ke-Aceh-Tamiang_2022.jpg)