Selasa, 21 April 2026

Panik Dikejar Polisi saat Lagi Main Jangkrik, Bocah Ini Kecebur di Sungai hingga Tewas

Insiden tersebut bermula saat korban berada di lokasi judi adu jangkrik bersama sejumlah orang lainnnya di kawasan semak-semak berlokasi di desa

Editor: Amirullah
Istimewa/TribunMadura.com
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang saat melakukan pencarian korban di sungai berlokasi di Dusun Bere'elah, Desa Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, (21/10/2022) malam. 

SERAMBINEWS.COM  - Seorang bocah tewas usai tercebur ke sungai karena panik dikejar polisi.

Insiden tersebut bermula saat korban berada di lokasi judi adu jangkrik bersama sejumlah orang lainnnya di kawasan semak-semak berlokasi di desa setempat.

Seorang bocah usia belasan tahun tersebut kini harus kehilangan nyawanya akibat kepanikannya sendiri.

Pasalnya bocah bernama Sevianto Fajri Purnomo (14) asal Dusun Bere'elah, Desa Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura kini meregang nyawa saat berusaha lari dari kejaran polisi.

Insiden tersebut bermula saat korban berada di lokasi judi adu jangkrik bersama sejumlah orang lainnnya di kawasan semak-semak berlokasi di desa setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang saat melakukan pencarian korban di sungai berlokasi di Dusun Bere'elah, Desa Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, (21/10/2022) malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang saat melakukan pencarian korban di sungai berlokasi di Dusun Bere'elah, Desa Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, (21/10/2022) malam. (Istimewa/TribunMadura.com)

Kegiatan itu diketahui oleh pihak kepolisian, sehingga dilakukan upaya penggrebekan pada (21/10/2022) kemarin sekitar 15.00 WIB.

Atas kedatangan polisi, para pengadu jangkrik termasuk korban kalang kabut alias berhamburan untuk melarikan diri dari tangkapan polisi.

Akan tetapi, saking paniknya korban malah nekat melompat ke sungai, meski kondisi debit air tinggi serta arus yang deras.

"Korban melompat ke sungai sekitar 15.00 WIB, korban sempat meminta tolong namun karena arus terlalu deras dan air sungai tinggi korban terseret arus hingga tenggelam dan hilang," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Imam, Sabtu (22/10/2022).

Ia menambahkan, pihaknya mendapat informasi insiden tenggelamnya korban sekitar 19.00 WIB, sehingga bergegas melakukan penyelamatan.

Namun, upaya mengevakuasi korban gagal lantaran tidak ditemukan sehingga penyisiran dilanjutkan keesokan harinya.

"Saat dilokasi berkoordinasi dengan pihak terkait dan penyisiran sementara di tempat kejadian," terangnya.

Sementara, salah satu warga Muhdor (26) menyampaikan jika koran sudah ditemukan oleh warga dengan didampingi BPBD Sampang, pada (22/10/2022) sekitar 10.00 WIB.

Korban ditemukan sekitar 50 puluh meter dari lokasi awal atau saat korban pertama kali meloncat ke sungai.

"Korban ditemukan di dalam sungai tersangkut ke akar pohon, kondisinya sudah tidak bernyawa," pungkasnya.

Sumber: TribunNewsmaker
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved