Minggu, 12 April 2026

Gagal Ginjal Akut Misterius

Pasien Anak Gagal Ginjal Akut di RSUZA Bertambah

Saat ini di RSUZA ada penambahan tiga orang pasien penderita Gangguan Ginjal Akut Misterius.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Sejumlah anak dirawat di ruang instalasi gawat darurat (IGD) RSUDZA, Banda Aceh, Sabtu (22/10/2022). 

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Perawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sibuk mengurusi pasien. Hilir mudik ruangan tersebut cukup ramai. Pasien silih berganti masuk. Mereka terbaring lemas di atas ranjang medis.

Di lorong ruangan itu, terdapat sejumlah pasien anak yang mendapat perawatan. Ada yang terbujur lemas terpasang infus. Ruangan itu sesak akan pasien dalam perawatan.

Orang tua pasien lirih melihat anaknya. Di setiap lorong ruangan itu, terdapat beberapa pasien anak yang sedang mendapat perawatan. Sebagian diantaranya sudah diantarkan ke ruangan anak.

Belum diketahui apa penyakit yang didiagnosis terhadap anak di ruangan itu. Namun seorang orang tua pasien kepada Serambinews.com mengatakan, bahwa anaknya mengalami demam sudah beberapa hari terakhir.

Saat ini kasus Gagal Ginjal Akut Misterius di Indonesia meningkat. Untuk Aceh sendiri terdapat 29 kasus dengan pasien anak yang meninggal dunia 20 orang. Hal itu juga menjadi momok menakutkan bagi para orang tua pasien.

Konsultan Ginjal Anak Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), dr.Syafruddin Haris SpA(K) mengatakan, bahwa saat ini di rumah sakit tersebut ada penambahan tiga orang pasien penderita Gangguan Ginjal Akut Misterius.

Ia mengatakan, sebelumnya di ZA terdapat satu orang pasien anak penderita gagal ginjal yang dirawat di rumah sakit rujukan provinsi itu. Pasien tersebut atas nama Rafif Azmi (4,8) tahun asal Kabupaten Takengon.

"Namun, pagi tadi ada tiga pasien anak penderita gangguan ginjal akut yang dirujuk ke RSUZA. Total sekarang yang dirawat satu pasien dari Aceh Tengah dan tiga pasien dari Sigli," kata Syafrudin kepada Serambinews.com.

Salah satunya pasien anak dari Sigli dimana ia sudah tiga hari tidak mengeluarkan urinenya. Kemudian ada satu orang pasien yang juga berasal dari Sigli didiagnosis terkena gangguan ginjal dimana, pasien tersebut tidak kencing selama 18 jam.

"Tapi tadi setelah ada tata laksana, sudah ada kencingnya sedikit. Bisa dikatakan kondisinya lebih baik. Sementara yang dua diatas itu rencananya akan dilakukan cuci darah," jelasnya.

Rentang usia pasien yang diduga terkena Gangguan Ginjal Akut yang baru masuk itu dibawah 4 tahun. Para pasien itu sebelumnya sudah dilakukan perawatan di rumah sakit daerah setempat. Namun, dikarenakan tidak dapat dilakukan tindakan pembersihan darah pasien (Hemodialisa) para pasien tersebut dirujuk ke RSUZA.

Saat ini sendiri kata Syafrudin yang juga Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh itu, para pasien tersebut masih dalam perawatan dan menunggu obat dari Jakarta.

Dikatakan Syafrudin, total saat ini ada empat orang pasien anak penderita Gangguan Ginjal Akut Misterius yang dilakukan perawatan di RSUDZA.

Dimana satu pasien asal Aceh Tengah kini dirawat di ruangan Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Kemudian, tiga lainnya baru masuk, dengan rincian satu pasien kategori gawat, kemudian satu pasien air kencing tidak keluar selama empat hari dan satu lainnya sudah mulai membaik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved