Internasional
PBB Minta Israel Bebaskan Pengacara Palestina dari Penjara, Sempat Mogok Makan 19 Hari
Stephane Dujarric, juru bicara Sekjen PBB, mengatakan telah berulang kali meminta Israel mengakhiri praktik penahanan administratif.
SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Stephane Dujarric, juru bicara Sekjen PBB, mengatakan telah berulang kali meminta Israel mengakhiri praktik penahanan administratif.
Dujarric menjelaskan PBB sedang menindaklanjuti kasus Salah Hammouri, seorang pengacara Palestina yang ditahan oleh Israel tanpa tuduhan di bawah penahanan administratif.
Pernyataan juru bicara itu muncul setelah para ahli independen meminta Israel segera membebaskan Hammouri, seperti dilansir Arab News, Minggu (23/10/2022).
Dia baru-baru ini telah mengakhiri mogok makan 19 hari dalam keberatan dengan kebijakan sistematis penahanan administratif.
Dujarric menambahkan dengan cermat mengikuti situasi Hammouri dan tahanan administratif Palestina lainnya yang ditahan oleh Israel.
Baca juga: Pengacara HAM Palestina Mogok Makan di Penjara Israel, Memprotes Penahanannya Tanpa Dakwaan
“Kami mengetahui ada sekitar 30 tahanan, termasuk dia, yang baru saja mengakhiri aksi mogok makan yang telah berlangsung sejak September 2022," jelasnya.
"Sudah jelas, kami telah berulang kali meminta Israel mengakhiri praktik tersebut dengan membebaskan orang atau menuntut mereka ketika ada alasan untuk melakukannya," tambahnya.
Tindakan pembalasan Israel terhadap Hammouri meningkat setelah mengikuti pekerjaannya dengan Yayasan Hati Nurani untuk Perawatan Tahanan dan Hak Asasi Manusia.
Pakar PBB juga menyatakan keprihatinan mendalam tentang penyalahgunaan prosedur hukum administrasi dan pidana yang meluas oleh Israel.
Termasuk penggunaan informasi rahasia terhadap warga Palestina yang menimpa Hammouri.(*)
Baca juga: Tahanan Palestina Akhiri Mogok Makan Sembilan Hari di Penjara Israel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Juru-Bicara-PBB-Stephane-Dujarric.jpg)