Kamis, 16 April 2026

Berita Jakarta

Wapres: Kemenkes dan BPOM Harus Selektif Beri Izin Edar Obat-obatan

Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin, meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk lebih selektif

Editor: bakri
Biro Setwapres RI
Wapres Maruf Amin beserta Istri 

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin, meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk lebih selektif dalam memberikan izin edar obat-obatan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Wapres menyusul merebaknya kasus gagal ginjal akut pada anak di tanah air.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Kementerian Kesehatan menduga penyakit mematikan tersebut disebabkan oleh zat berbahaya seperti etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG), dan etilen glikol butil eter (EGBE) yang terkandung dalam obat-obatan sirup.

"Kemenkes dan BPOM supaya juga selektif betul dalam memberikan izin edar obat-obatan bagi masyarakat," ujar Ma'ruf kepada wartawan usai menghadiri acara Peluncuran Beasiswa Santri Baznas di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Sabtu (22/10/2022).

Ma'ruf juga meminta pengawasan terhadap penarikan obat-obatan yang diduga menggunakan zat-zat berbahaya tersebut.

Saat ini, Kemenkes dan BPOM juga telah melarang untuk sementara waktu penggunaan obat-obatan sirop.

"Saya tekankan lagi langkah penarikan obat yang menyebabkan terjadinya gagal ginjal itu supaya betul-betul diteliti.

Di pasar jangan sampai ada obat-obat (berbahaya) yang beredar," ujar Ma'ruf.

Dia menginstruksikan agar hal ini ditindaklanjuti dengan penelitian secara mendalam dan menyeluruh termasuk pada obat-obatan yang beredar di luar apotek.

“Bahkan juga kalau perlu, bukan hanya yang di apotek-apotek, mungkin penyebab lain, obat-obat misalnya di luar apotek juga harus dilakukan (penarikan),” imbuhnya.

Terakhir, lanjut Ma'ruf terkait ada tidaknya unsur pidana terhadap peredaran obat-obatan yang mengandung zat-zat berbahaya yang diduga menjadi penyebab gagal ginjal akut, sepenuhnya hal tersebut ada di pihak kepolisian.

"Masalah apakah kemungkinan ada tindak pidana, itu saya kira pihak kepolisian yang (dapat) melihat.

Baca juga: Buntut Larangan Pakai Obat Sirup, Ini Cara Mencegah Gangguan Ginjal Akut Sesuai Anjuran Kemenkes

Baca juga: Ini 6 Cara Ajari Anak Agar Mau Minum Obat Tablet

Jadi itu apakah ada kesengajaan atau ada unsur lain, tetapi yang penting masalah-masalah yang menyangkut masalah soal pidana itu (ranah) kepolisian," katanya.

Masyarakat Harus Diedukasi

Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, mengimbau kepada masyarakat agar berkonsultasi dengan dokter apabila melihat adanya gejala-gejala gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak dan tidak sembarang menggunakan obat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved