Kamis, 23 April 2026

Berita Banda Aceh

Bulog Aceh Pasok 14.000 Ton Beras, Menambah Stok Pangan

Untuk meningkatkan stok beras, Bulog Aceh kembali memasok beras pengadaan nasional dari Jawa Barat dan Sulawesi Selatan ke Aceh sebanyak 14.000 ton

Editor: bakri
SERAMBINEWS/HERIANTO
Salah satu toko yang menjual beras di Pasar Induk Lambaro, yang miliki stok beras cukup banyak, tapi harga beras terus bergerak naik pada minggu keempat Oktober 2022 ini. 

BANDA ACEH - Untuk meningkatkan stok beras, Bulog Aceh kembali memasok beras pengadaan nasional dari Jawa Barat dan Sulawesi Selatan ke Aceh sebanyak 14.000 ton.

Sebelumnya, Bulog Aceh juga sudah memasok beras 18.000 ton .

Kepala Bulog Aceh, Irsan Nasution, Senin (24/10/2022), mengatakan, beras 14.000 ton yang dipasok itu untuk menambah stok pangan nasional di Aceh.

“Beras yang dipasok dari luar ditambah pengadaan lokal sekitar 2.000 ton sudah disalurkan untuk operasi pasar dan stabilisasi harga sebanyak 20.000 ton,” terangnya.

Sementara hasil pantauan Serambi di sejumlah pasar, seperti Pasar Induk Lambaro Aceh Besar maupun beberapa pasar di Kota Banda Aceh, stok beras di toko cukup banyak, namun harganya terus naik.

Beras kualitas medium Rp 160.000-Rp 165.000/sak (15 kg) dan beras kualitas premium Rp 175.000-Rp 180.000/sak.

Zulbaidinur, pedagang beras di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, mengatakan, stok beras di tokonya saat cukup banyak, sekitar 30 ton.

Harga beras kualitas medium naik lagi Rp 5.000/sak, dari Rp 165.000/sak menjadi Rp 170.000/sak.

Begitu juga beras kualitas premium, naik lagi dari Rp 175.000 menjadi Rp 180.000/sak.

Ketua Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Aceh, Darmawan, mengatakan, harga beras saat terus bergerak naik.

Baca juga: Stok Beras Mulai Menipis, Kepala Bulog Aceh: 15.000 Ton akan Dipasok

Baca juga: Atasi Kenaikan Harga, Bulog Pasok Beras dari Luar Aceh 15.000 Ton, Stok di Penggilingan Menipis

Kenaikan itu disebabkan harga jual padi di tingkat petani pada musim panen padi gadu tahun ini, sudah tinggi berkisar Rp 5.400-Rp 5.500/kg.

Selain harganya tinggi, kata Darmawan, barangnya juga sedikit.

Kondisi itu menjadi faktor harga gabah dan beras terus bergerak naik, sementera permintaan beras di kalangan masyarakat tetap tinggi.

Darmawan mengatakan, stok beras di Aceh memang masih banyak, terutama di tingkat petani.

Para petani tidak menjual seluruh hasil panen kepada pedagangan.

Jadi, kalupun harga beras mahal saat ini, kata Darmawan, petani belum merasakan.

Karena mereka punya stok gabah yang banyak. (her)

Baca juga: Stok Beras di Penggilingan Menipis, Bulog Aceh Pasok Beras dari Luar, Harga Padi Rp 5.400/Kilogram

Baca juga: Harga Beras Bergerak Naik, Sebagian Warga Banda Aceh Beli Per Bambu, Bulog Sedia yang Lebih Murah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved