Rabu, 10 Juni 2026

Pangan

Atasi Kenaikan Harga, Bulog Pasok Beras dari Luar Aceh 15.000 Ton, Stok di Penggilingan Menipis

Darmawan mengatakan, dirinya sangat terkejut ketika mendengar laporan dari para pengusaha pengilingan padi di berbagai daerah, ada beberapa kilang pad

Tayang:
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Stok beras di sebuah toko beras di Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar cukup banyak, tapi harganya bulan Agustus ini, mulai bergerak naik, Senin (2/8/2022). 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Petani padi di berbagai daerah sentra produksi gabah di Aceh seperti di Aceh Besar, Pidie, Pijay, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang dan pesisir pantai Barat - Selatan Aceh, sedang panen padi gadu.

“Pihak pengusaha kilang padi di berbagai daerah yang dimintai penjelasan dan laporannya, mereka melaporkan kepada kami, stok padi dan beras yang dimiliki penggilingan mulai menipis, bahkan ada yang stoknya sudah kosong, karena pengaruh produksinya rendah dan harga gabahnya mahal,” ungkap Ketua Perpadi Aceh, Darmawan kepada Serambinews.com, Senin (10/10/2022) di Banda Aceh.

Darmawan mengatakan, dirinya sangat terkejut ketika mendengar laporan dari para pengusaha pengilingan padi di berbagai daerah, ada beberapa kilang padi di daerah, stok gabah dan berasnya sudah menipis dan ada yang sudah kosong.

RI Siap Hadapi Krisis Pangan, Jaga Produksi Beras

Kalau seperti itu kondisinya di lapangan, kata Darmawan untuk mengantisipasi lonjakan harga beras di berbagai daerah, Bulog Aceh, perlu melakukan persiapan pasokan tambahan stok beras untuk operasi pasar beras di Aceh, agar harganya tidak melonjak terlalu tinggi, terutama untuk beras kualitas medium.

Darmawan mengatakan, di beberapa kecamatan di Aceh Besar, saat ini memang sedang ada panen padi gadu.

Antara lain di Kecamtan Indrapuri, Simpang Tiga, Jantho, Lhong, Lamteuba, dan beberapa kecamatan lainnya. Karena jumlah areal panen padinya terbatas dan produksi panen padinya juga tidak banyak, harga beli gabah kering panen (GKP) nya, jadi mahal mencapai antara Rp 5.200 – Rp 5.400/Kg.

Aceh Harus Perkuat Industri Hilir, Ironi Kebutuhan Beras

Kalau harga beli gabahnya sudah mencapai di atas Rp 5.000/Kg, menurut Ketua Perpadi Aceh Darmawan, harga jual berasnya, sudah pasti berada di atas, harga jual beras eceran pemerintah yang dijual Bulog.

Harga Bersa HET Bulog Rp 9.950/Kg, harga jual bersa kualitas medium penggilingan padi sudah berada antara Rp 11.000 – Rp 12.000/Kg.

Harga jual beras dari penggilingan padi saat ini, menurut Darmawan, sudah berada di atas Rp 10.000/Kg.

Kalau harga berasnya sudah berada di atas itu, maka harga jual beras medium secara eceran di pasar untuk karung isi 15 Kg, sudah berada di atas Rp 160.000/sak (15 Kg), yaitu sekitar Rp 165.000 – Rp 170.000/sak (15 Kg), dan beras kualitas premiumnya Rp 175.000 – Rp 180.000/Kg.

Faktor lain yang menyebabkan harga jual beras kualitas medium pada musim panen padi gadu mahal, ungkap Darmawan, selain karena luas panennya terbatas, pengaruh musim kemarau, juga disebabkan kualitas padinya kurang isi.

Hal ini disebabkan, pengaruh harga pupuk SP 36 saat ini sangat tinggi.

Padi yang dibeli kilang padi, pada musim paden gadu ini, setelah padinya digiling menjadi beras, hasil rendemen berasnya hanya berkisar 50 persen dari volume padi yang digiling, sementara normal rendemen berasnya sekitar 57 – 60 persen.

Jadi, bila 1.000 Kg padi panen gadu digiling, jumlah jadi beras hanya 500 Kg, setengahnya hilang jadi dedak. Kondisi ini membuat harga jual bersa jadi mahal menjadi kisaran Rp 11.000 – Rp 12.000/Kg.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved