Sempat Dicari 300 Warga di Hutan, Ternyata Ibu Ini Ditemukan di Perut Ular Piton Sepanjang 6 Meter
Mendapati kecurigaan tersebut, tenyata warga dikejutkan dengan jasad sang ibu ditemukan di dalam perut ular piton sepanjang enam meter.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Agus Ramadhan
Sempat Dicari 300 Warga di Hutan, Ternyata Ibu Ini Ditemukan di Perut Ular Piton Sepanjang 6 Meter
SERAMBINEWS.COM - Seorang ibu yang berprofesi sebagai penyadap karet di Jambi ditemukan tewas di dalam perut ular piton.
Ibu paruh baya itu awalnya sempat dinyatakan hilang di hutan.
Bahkan sebanyak 300 warga sekitar sempat dikerahkan untuk mencarinya pada Minggu, (23/20/2022) lalu.
Namun pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.
Pada Senin (24/10/2022), sekitar pukul 09.00 pagi warga justru menemukan ular piton, lalu menangkapnya.
Mendapati kecurigaan tersebut, tenyata warga dikejutkan dengan jasad sang ibu ditemukan di dalam perut ular piton sepanjang enam meter.
Diwartakan Kompas.com, seorang ibu di Desa Terjun Gajah, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi ditemukan tewas di dalam perut ular piton berukuran enam meter.
Sebelum ditemukan di dalam perut ular, perempuan berusia 52 tahun, Zahara itu terlebih dahulu dilaporkan hilang oleh suaminya, bahkan sempat dicari oleh 300 warga di dalam hutan.
Sebagaimana dijelaskan warga setempat pada Senin (24/10/2022), Zahara sempat dinyatakan hilang dicari sampai ke hutan.
"Kami sempat cari dalam hutan. Pagi tadi Ibu Zahara kami temukan di dalam perut ular," kata Birin, warga setempat.
Sebelumnya, pencarian Zahara melibatkan sekitar 300 warga desa pada Minggu (23/10).
Tak menemukan jejak ibu penyadap karet itu, sekitar pukul 09.00 pagi pada Senin (24/10) warga justru menemukan ular piton, lalu menangkapnya.
Baca juga: Wanita Penyadap Karet Tewas Dimangsa Ular Piton, Berikut Fakta dan Kondisi Jenazah Saat Ditemukan
"Ular itu ditangkap, kemudian dibunuh warga. Karena curiga perutnya yang besar, maka dibedah. Di sana kita temukan jenazah Ibu Zahara," lanjut Birin.
Setelahnya, Zahara langsung dikebumikan di kediamannya di RT 04, Dusun Betara 8, Desa Terjun Gajah, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Menyangkut peristiwa tersebut, Anita dari Komunitas Ralu Jambee menjelaskan fenomena ular piton memangsa manusia.
Bagi Anita, hal itu bisa jadi karena makanan ular di ekosistem mulai berkurang.
Sebab, hewan macam babi hutan, santapan piton, kerap diburu oleh manusia.
"Terlebih untuk ular yang memiliki ukuran di atas lima meter, biasanya cenderung akan berusaha memangsa sesuatu yang dinilai sepadan, seperti babi hutan, dan hewan ternak, hingga manusia," kata Anita, menukil Tribun Jambi.
Baca juga: Ular Piton Raksasa di Muna Barat Ditangkap dan Dipotong, Laku Rp 680 Ribu, BKSDA Beri Peringatan
"Intinya, untuk saat ini mangsa satwa yang berukuran besar sudah mulai berkurang. Sehingga secara logika, tidak mungkin satwa berukuran besar bisa kenyang dengan memakan tikus kecil," imbuhnya. (Serambinews.com/Firdha Ustin)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sempat Hilang, Ibu Penyadap Karet di Jambi Ternyata Ditelan Ular Piton Sepanjang 6 Meter