Sabtu, 18 April 2026

Berita Jakarta

Ada Konflik Terpendam Sesama Ajudan Sambo, Brigadir J Sempat Diancam Brigadir Daden

Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J sempat memberikan pesan kepada kekasihnya, Vera Simanjuntak, sehari sebelum ditembak di rumah dinas Ferdy

Editor: bakri
Dok. Puspenkum Kejagung
Empat tersangka obstruction of justice kasus kematian brigadir J, Kompol Baiquni Wibowo (rompi tahanan 100), Kompol Chuck Putranto (rompi tahanan 18), AKP Irfan Widyanto (rompi tahanan 45) dan AKBP Arif Rahman Arifin (rompi tahanan 10) selepas diserahkan ke Kejagung, Rabu (5/10/2022). 

' Emang abang apain ibu? Abang pukul ibu? oh enggak lah dek.Aku diancam.'," imbuh Vera.

Vera menjelaskan bahwa Brigadir J mengaku sudah diancam oleh pihak yang disebutnya sebagai Squad.

Menurut Vera, squad merupakan istilah ajudan-ajudan dari Ferdy Sambo.

"Siapa yang ancam? 'Squad-squad di sini.

' Ya sudah kalau abang tidak salah, abang jangan takut.

'Iya nanti aku kabari lagi ya.' Memang abang lagi di mana? 'Lagi di Magelang.

' Tanggal 7 itu ancamannya itu berani kau naik ke atas, ku bunuh kau," ungkapnya.

Lebih lanjut Vera menuturkan bahwa dirinya kembali ditelepon Brigadir J pada 8 Juli 2022.

Baca juga: Mengagetkan, Isi Buku Hitam Sambo Setelah Diterawang, Ada Catatan Rahasia Mungkin Dibuka di Sidang

Tepatnya, sejam sebelaum Brigadir J dieksekusi di Duren Tiga yaitu pukul 16.10 WIB.

"Itu telepon 4 panggilan tak terjawab dari beliau.

Karena saya lepas dinas, saya berangkat ke Bangko untuk beli keperluan.

Karena sedang di perjalanan, saya tidak angkat," beber dia.

Setibanya di rumah, Vera menyatakan dirinya pun menelepon balik kekasihnya atau sekitar pukul 16.25 WIB.

Telepon itu pun tidak diangkat oleh Brigadir J."Terus saya chat, kenapa bang? Itu jam 16.25 WIB.

Awalnya chat itu ceklis satu, dan itu tidak pernah di WA beliau seperti itu.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved