Berita Jakarta
Ada Konflik Terpendam Sesama Ajudan Sambo, Brigadir J Sempat Diancam Brigadir Daden
Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J sempat memberikan pesan kepada kekasihnya, Vera Simanjuntak, sehari sebelum ditembak di rumah dinas Ferdy
Terus tiba-tiba centang dua di read, tetapi tidak dibalas," urai Vera.
Berikutnya, Vera kembali menelepon kembali Brigadir J sekitar pukul 16.31 WIB.
Lalu, telepon itu pun diangkat namun menjadi pernyataan terakhir yang disampaikan oleh Brigadir J kepada Vera.
"Saya telepon jam 16.31 WIB.Kenapa bang? 'Maaf ya dek nanti abang kabari lagi.' Itu yang terakhir," jelasnya.
Konflik ajudan Vera juga menyebutkan bahwa kekasihnya Brigadir J pernah mempunyai masalah dengan salah satu ajudan Ferdy Sambo yaitu Brigadir Daden Miftahul Haq.
Baca juga: Brigjen Hendra Berdoa di Pengadilan untuk Mantan Ajudan Ferdy Sambo yang Tewas Ditembak
Saat itu, Brigadir J baru menjadi ajudan Ferdy Sambo pada tahun 2019 lalu.
Hal itu terungkap saat Hakim Ketua, Wahyu Imam Santosa, menanyakan kepada Vera.
Wahyu bertanya soal cerita suka dan duka Yosua selama menjadi ajudan Ferdy Sambo kepada Vera.
"Dia tidak pernah cerita suka duka jadi ajudan.
Nggak cerita juga soal kerjaaan?" tanya Wahyu kepada Vera.
"Tidak yang mulia, cuma pernah tahun 2019 kalau dia itu pernah ada masalah sama salah satu ajudan," jawab Vera.
"Siapa?" tanya Wahyu."Brigadir Daden," timpal Vera.
Wahyu lantas kembali bertanya, apakah Yosua juga pernah bercerita soal Eliezer.
"Tidak pernah," jelas Vera.
Vera juga membeberkan percakapan terakhirnya dengan tambatan hatinya itu sebelum penembakan terjadi di Kompleks Polri, Duren Tiga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Empat-tersangka-obstruction-of-justice-kasus-kematian-brigadir-J.jpg)