Selebriti

Via Vallen Cerita Saat Berjuang Pertahankan Kehamilan hingga Harus Keguguran Anak Pertama

"Tapi aku tetap enggak mau. Akhirnya dikasih obat untuk mengeluarkan anaknya. Karena, katanya, 'mau ditunggu kayak apa pun

Editor: Nur Nihayati
(KOMPAS.com/Dian Reinis Kumampung )
Penyanyi dangdut Via Vallen. 

Kala itu, dokter mengimbau Via Vallen untuk segera kuret. Sebab, tubuh akan berusaha untuk mengeluarkan janin dengan sendirinya.

Pada 19 Oktober, tubuh pemilik nama lahir Maulidia Octavia ini kembali mengeluarkan darah yang kini berwarna merah, bukan cokelat.

Pada 20 Oktober pukul 15.00 WIB, Via Vallen tampil off air di Jakarta. Dia mengaku keadaannya saat itu masih baik-baik saja.

Pukul 17.00 WIB, Via Vallen juga menjalani gladi resik untuk tampil live malam harinya di salah satu stasiun televisi.

"Tapi, habis Maghrib perutku mulai kesakitan. Sakit banget sampai aku enggak bisa berbuat apa-apa, cuma bisa diam. Padahal, durasi sakitnya kurang lebih 10 detik. Tapi itu sakit banget, dan itu berulang tiap 2 menit sekali," kata Via Vallen.

"Makin malam, aku sudah semakin lemas. Tiap sakitnya datang, suami sudah minta aku untuk pulang, tapi aku enggak mau," ucap Via Vallen melanjutkan.

Alhasil, Via Vallen menghubungi dokter dan kemudian disarankan untuk meminum obat agar janinnya keluar.

Setelahnya, Via Vallen dengan profesional tampil secara langsung di salah satu stasiun televisi.

Padahal, kondisinya sudah sakit yang dianalogikan seperti hendak melahirkan.

Usai semua selesai, Via Vallen langsung bergegas ke salah satu hotel bersama suaminya, Chevra Yolandi.

Rasa sakit pun semakin meningkat.

"Suami sudah minta putar balik untuk ke rumah sakit saja. Tapi aku tetap enggak mau, karena kalau ke rumah sakit pasti langsung kuret. Aku ikuti kata dokter saja. Kalau sudah keluar, pasti enggak sakit lagi. Jadi, cukup minum obat saja," tutur Via Vallen.

Di hotel, tubuh Via Vallen beberapa kali mengeluarkan darah seperti pendarahan. Dia juga sempat pingsan di kamar mandi.

Karena ambulan tak kunjung datang, Chevra Yolandi memutuskan untuk membawa langsung Via Vallen ke UGD di salah satu rumah sakit. "Di situ ternyata tensiku cuma 60, tanganku diinfus dua-duanya.

Kondisiku di situ sudah kayak orang kritis. Biar infusnya sudah dua, tensiku masih belum stabil.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved