Senin, 1 Juni 2026

Internasional

Cina Percepat Rebut Taiwan

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, Cina telah menyangkal status quo yang sudah lama berlaku mengenai Taiwan

Tayang:
Editor: bakri
AP
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken 

WASHINGTON DC - Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, Cina telah menyangkal status quo yang sudah lama berlaku mengenai Taiwan.

Dia juga menyampaikan asesmen bahwa Cina sedang mempercepat tenggat waktunya untuk merebut Taiwan.

Hal tersebut disampaikan Blinken pada Rabu (26/10/2022) dalam sebuah acara di Bloomberg News, sebagaimana dilansir AFP.

Blinken menyampaikan hal tersebut beberapa hari setelah Xi Jinping mengamankan tiga periode sebagai pemimpin Cina.

Dalam status quo, AS mengakui hanya ada satu Cina yang saat ini dipimpin Partai Komunis Cina.

Akan tetapi, Wahington masih bisa menyuplai Taiwan senjata sebagai sarana pertahanan diri.

Blinken menuturkan, status quo yang sudah berlangsung selama 40 tahun tersebut membantu tidak muncul konflik antara AS dan Cina mengenai Taiwan.

“Apa yang berubah adalah keputusan pemerintah di Beijing bahwa status quo tersebut tidak bisa lagi diterima,” ujar Blinken.

“Bahwa mereka ingin mempercepat proses di mana mereka akan mengejar reunifikasi,” lanjut Blinken.

Dia menambahkan, Cina sudah memilih jalan paksaan dan membuat kehidupan di Taiwan sulit dengan harapan bisa mempercepat reunifikasi.

“Tetapi juga memegang kemungkinan, jika itu tidak berhasil, penggunaan kekuatan untuk mencapai tujuan mereka,” tutur Blinken.

Baca juga: Xi Jinping Tiga Periode, Kongres Partai Komunis Cina Tuntas

Baca juga: Asisten Luis Milla Tertarik Belajar Bahasa Indonesia, Ternyata Juga Paham Bahasa Turki dan Cina 

Sebelumnya, saat menghadiri acara di Stanford University, Blinken menunjuk latihan militer besar-besaran Cina pada Agustus setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan.

Blinken berujar, status quo telah membantu membuat Taiwan maju, menjelma menjadi pemimpin produksi semikonduktor global yang penting untuk kendaraan, peralatan rumah tangga, dan peralatan elektronik.

“Jika terganggu dengan satu alasan apa pun, itu akan menimbulkan konsekuensi yang signifikan terhadap perekonomian global,” kata Blinken.

Dia menambahkan, tekanan terhadap Taiwan seharusnya bukan hanya menjadi perhatian AS, tetapi juga negara-negara regional dan dunia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved