Kamis, 28 Mei 2026

Berita Banda Aceh

MES Aceh Tolak Usulan Buka Kembali Bank Konvensional

MES Aceh menolak kembali untuk menghadirkan bank-bank konvensional ke Aceh

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Umum MES Aceh, Aminullah Usman, bersama pengurus MES Aceh 

BANDA ACEH - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh menolak usulan Ketua Partai NasDem Aceh, Teuku Taufiqulhadi, yang meminta Pemerintah Pusat mempertimbangkan kembali untuk menghadirkan bank-bank konvensional ke Aceh.

Sebagaimana disampaikan Ketua Umum MES Aceh, Aminullah Usman, jajaran pengurus MES dengan tegas menyatakan menolak usulan Taufiqulhadi tersebut.

Dikatakan, sejak Qanun Provinsi NAD nomor 11 tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam di bidang Akidah, Ibadah dan Syi’ar Islam berlaku di Aceh, semuanya sudah berjalan sangat baik.

“Namun, di sisi lain seperti muamalah secara syariah belum berjalan sebagaimana mestinya dan terjadi terjadi ketimpangan,” ujar Aminullah, Sabtu (29/10/2022).

“Alhamdulillah atas tekad Pemerintah Aceh melahirkan Qanun Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Lembaga Keuangan Syariah menjawab persoalan itu.

Dan untuk itu dibutuhkan komitmen seluruh stakeholder di Aceh untuk mendukung terlaksananya Qanun tersebut dengan baik dan benar.

” “Karena ini bukan hanya persoalan mendukung terlaksananya Qanun Nomor 11 Tahun 2018, namun mendukung terlaksananya syariat Islam secara kaffah di Aceh.” ungkap Aminullah.

Untuk itu, terkait usulan siapapun nantinya mungkin yang meminta agar bank-bank konvesional untuk kembali ke Aceh, Ketua Umum MES Aceh itu dengan tegas menolaknya.

Mantan wali kota Banda Aceh itu menyambut positif, di mana bank syariah saat ini terus berbenah secara totalitas dalam memberikan pelayanan seluruh produk dan jasa perbankan.

Seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh yang sudah menyediakan mesin ATM layanan internasional bagi para turis yang berkunjung ke Provinsi Aceh.

Baca juga: Ayah Cot Trueng Ajak Masyarakat Bersatu, Tolak Bank Konvensional

Baca juga: Sikapi Pernyataan Taufiqulhadi Terkait Bank Konvensional, Haji Uma: Aceh Harus Jaga Martabat

“Selain itu, bank-bank syariah juga memiliki komitmen tinggi untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat Aceh dengan terus membenahi sistem.

 

Untuk itu seluruh masyarakat Aceh harus memberikan dukungan, bukan malah meminta agar bank konvesional kembali ke Aceh,” harap Ketua Umum Ikatan Alumni Akuntansi (IAA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) itu.

Aminullah juga mengapresiasi Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk Faisal Ali, yang juga menyesalkan pernyataan Teuku Taufiqulhadi yang meminta agar bank-bank konvensional dikembalikan ke Aceh dengan alasan penguatan ekonomi.

Sebagaimana diberitakan Harian Serambi Indonesia, Sabtu 29 Oktober 2022, Tgk Faisal Ali mengatakan; "Saya kira, ulama terutama MPU Aceh yang diamanahkan dalam undang-undang untuk menjaga agama dan syariah yang ada di Aceh sangat menyesalkan statemen Taufiqulhadi.

Argumentasi yang dibangun tidak beralasan," Ia mengatakan, seharusnya yang perlu dipersoalkan seberapa besar kontribusi bank konvensional terhadap masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dan penerapan syariat Islam sendiri.

Sedangkan bank syariah baru diterapkan.

Tgk Faisal menegaskan bahwa MPU Aceh sangat menyesali argumentasi yang dibangun Teuku Taufiqulhadi.

Seharunya, para tokoh partai politik di Aceh lebih mendorong bagaimana pelaksanaan syariat Islam di Aceh lebih kaffah. (aji)

Baca juga: NasDem Aceh Minta Pusat Kembalikan Bank Konvensional, MPU: Jangan Kikis Syariat Islam

Baca juga: Bank Konvensional Diusul Kembalikan ke Aceh, Asrizal Sebut Kondisi Ekonomi Aceh Tidak Baik-baik Saja

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved